Model Kesantunan Berbahasa Siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta (Kajian Etnografi Komunikasi).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15800/

Model Kesantunan Berbahasa Siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta (Kajian Etnografi Komunikasi).

Saputro, Muhammad Yusuf

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam tentang model kesantunan berbahasa siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta, dengan melihat model kesantunan berbahasa yang dipergunakan siswa Tionghoa dalam bertutur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan metode pengumpulan data kepustakaan/dokumentasi, rekam, wawancara, observasi langsung, dan FGD dengan pakar bahasa dan kesantunan berbahasa. Pengolahan data menggunakan metode analisis, tabel analisis. Data penelitian ini berupa tuturan siswa dan guru baik secara lisan maupun tulisan. Pada tuturan tersebut, diperoleh hasil penerapan sepuluh kesantunan Leech (2014), yaitu generosity maxim 5,3%, tact maxim 12,4%, approbation maxim 6,2%, modesty maxim 0,9%, obligation S to O maxim 18,6%, obligation O to S maxim 8,8%, agreement maxim 19,5%, opinion reticence maxim 20,4%, sympathy maxim 5,3%, dan feeling reticence maxim 2,7%. Berdasarkan hasil tersebut model kesantunan berbahasa siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung didominasi oleh opinion reticence maxim, agreement maxim, dan obligation S to O maxim. Petanda gramatikal yang digunakan dalam petuturan pun memiliki karakteristik yang khas pada setiap maksimnya. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa khususnya pada pemilihan diksi dalam keterampilan menulis dan berbicara. Dapat pula diimplikasikan dalam pembelajaran sastra khususnya menulis drama dan prosa. Pada percakapan-percakapan antartokoh dalam teks sastra tersebut dapat dimasukkan maksim-maksim kesantunan berbahasa yang dapat membentuk karakter siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15800/1/SPS_INDONESIA_1809057080_MUHAMMAD%20YUSUF%20SAPUTRO.pdf

Unduh!

Pengaruh Standar dan Etika Profesi Audit Terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Pada Perbankan Syariah Yang Terdaftar di BEI

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15799/

Pengaruh Standar dan Etika Profesi Audit Terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Pada Perbankan Syariah Yang Terdaftar di BEI

Gustiyana, Gustiyana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh standar dan etika profesi audit terhadap efektivitas pengendalian internal pada perbankan syariah yang terdaftar di BEI.
Dalam penelitian ini digunakan metode Survey. Variabel yang diteliti adalah standar audit, etika profesi audit sebagai variabel bebas dan efektivitas pengendalian internal sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal yang bekerja pada Perbankan Syariah yang terdaftar di BEI dengan kantor pusat di DKI Jakarta. Teknik pemilihan sampel menggunakan judgment sampling dan diperoleh sampel sebanyak 51 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan kuesioner. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji kualitas data, analisis akuntansi, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, dan pengujian hipotesis.
Berdasarkan atas hasil pengolahan data dan analisis akuntansi, maka diperoleh hasil bahwa variabel standar audit (X1) memiliki rata-rata (mean) sebesar 4,3147 dengan nilai minimum sebesar 3,50 dan nilai maksimum sebesar 5,00, sedangkan standar deviasinya sebesar 0,46209. Variabel etika profesi audit (X2) memiliki rata-rata (mean) sebesar 4,4294 dengan nilai minimum sebesar 3,60 dan nilai maksimum sebesar 5,00, sedangkan standar deviasinya sebesar 0,37110. Variabel efektivitas pengendalian internal (Y) memiliki rata-rata (mean) sebesar 4,4941 dengan nilai minimum sebesar 3,70 dan nilai maksimum sebesar 5,00, sedangkan standar deviasinya sebesar 0,38284.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15799/1/FEB_AKT_1102025121_GUSTIYANA.pdf

Unduh!

Hubungan Antara Parental Conditional Positive Regard Denganpatental Attachment Pada Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15798/

Hubungan Antara Parental Conditional Positive Regard Denganpatental Attachment Pada Remaja

Nurkhalizah, Siti

Pada masa remaja sering disebut dalam masa-masa transisi, yang mana pada masa ini sangat baik jika hubungan antara anak dan orang tuanya memiliki kelekatan yang mendalam dan berkualitas. Maka dengan demikian akan membantu anak dalam mengatasi perubahan-perubahan dalam dirinya.Parental Conditional Positive Regard (PCPR) ialah orang tua yang dianggap memberikan kasih sayang dan penghargaan yang lebih ketika anaknya memenuhi harapan orang tuanya. Tampaknya, orang tua yang memberikan kasih sayang bersyarat menjadi faktor penentu kualitas hubungan antara remaja dan mereka para orang tua. Hal ini akan mengacu pada hubungan kelekatan anak dengan orang tuanya, di mana orang tua yang melakukan kasih sayang bersyarat kepada anaknya akan menciptakan keadaan konflik dalam diri anak-anak dan remaja. Karena selain mereka memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap orang tuanya, anak memilki rasa tertekan pula kepada orang tua yang suka memberikan tuntutan kepadanya (Saeed & Hanif, 2014). Maka, dibuatnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Parental Conditional Positive Regard (PCPR) dengan Self Attachment terhadap remaja. Pada penelitian ini pula partisipan terdiri dari siswa/siswi Madrasah Aliyah Dail Khairaat Jakarta Barat yang berjumlah 125 partisipan dan 27 partisipan didambil secara daring (online) dengan menggunakan Google Form. Jumlah keseluruhan partisipan dalam penelitian ini berjumlah 152 partisipan dengan rata- rata usia partisipan 16 tahun. Partisipan laki- laki berjumlah N= 56 dan perempuan berjumlah N= 96. Seluruh subjek mengisi kuesioner Parental Conditional Positive Regard-Academic Domain (PCPR-AD) (Asor & Tal, 2011) dan The Inventory of Parent and peer Attachment (Armsden & Greenberg, 1987) Kemudian skala tersebut di adaptasi oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan penelitian. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan proses analisa korelasi dengan bantuan IBM statistic versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa PCPR memiliki hubungan yang signifikan negatif terhadap Self Attachment, dengan nilaikoefisien korelasi (R= -0.164) dan 0,44 p<0,05 mengartikan bahwa Semakin tinggi Parental Conditional Positive Regard orang tua maka akan semakin rendah attachment remaja kepada orang tuanya. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15798/1/FPSI_PSIKOLOGI_1608015051_SITI%20NURKHALIZAH.pdf Unduh!

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Konveksi Sektor Informal Di Wilayah Kelurahan Cipadu Jaya Kota Tangerang Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15797/

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Konveksi Sektor Informal Di Wilayah Kelurahan Cipadu Jaya Kota Tangerang Tahun 2016

Angriana Laksono, Eva

Musculoskeletal Disorders atau yang dikenal dengan istilah MSDs merupakan sekumpulan gejala atau gangguan yang berhubungan dengan jaringan lunak yaitu berupa otot, tendon, ligament, sendi, kartilago yang dapat mempengaruhi hampir semua jaringan termasuk saraf dan selubung tendon dan keluhan pada bagian- bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan hingga sangat sakit. Keluhan MSDs dapat terjadi karena beberapa faktor seperti faktor pekerjaan, individu, lingkungan dan psikososial. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pekerja konveksi sektor informal di wilayah kelurahan Cipadu Jaya Kota Tangerang dengan jumlah sampel sebanyak 80 yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan februari sampai agustus 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluhan Musculoskeletal disorders yang dialami oleh 80 pekerja, ada 58 pekerja (72,5%) diantaranya mengalami keluhan MSDs sedangkan sebanyak 22 pekerja (27,5%) tidak mengalami keluhan MSDs. Berdasarkan bagian tubuh, keluhan yang dirasakan pekerja paling banyak terjadi pada bagian pinggang (60,0%), punggung atas (35,0%), leher atas (31,2%), tangan kiri dan kaki kiri (25,0%) dan bahu kanan (23,8%). Keluhan MSDs lebih banyak dialami oleh responden dengan tingkat risiko ergonomi tinggi (76,5%) berjenis kelamin laki- laki (76,0%), berumur ≥35 tahun (78,8%), memiliki masa kerja lama di konveksi yaitu ≥6 tahun (95,%), memiliki kebiasaan merokok (80,0%), memiliki kategori indeks massa tubuh tidak normal (68,1%) serta memiliki kebiasaan olahraga yang cukup (75,0%). Hasil uji statistik bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur dengan keluhan MSDs (p=0,000), masa kerja dengan keluhan MSDs (0,001) dan kebiasaan merokok dengan MSDs (p=0,026).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15797/1/FIKES_KESMAS_1205015033_EVA%20ANGRIANA%20LAKSONO.pdf

Unduh!

Hubungan Antara Kesepian Dengan Kecemasan Kematian Pada Lansia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15796/

Hubungan Antara Kesepian Dengan Kecemasan Kematian Pada Lansia

Rokhmatunnisah, Khanifah

Pengaruh dari proses menua menyebabkan permasalahan bagi lansia (fisik, psikologis, sosial) dan mereka akan menghadapi segenap kehilangan yang menyebabkan lansia mengalami kesepian. Perasaan kesepian yang terus menurus dapat memberikan dampak negatif pada kondisi mereka, salah satunya yaitu kecemasan. Kematian menjadi sesuatu yg sangat diperhatikan karena lansia menganggap dirinya sudah mendekati kematian. Hal ini menyebabkan lansia mengalami kecemasan kematian. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kesepian dengan kecemasan kematian pada lansia. Penelitian ini melibatkan 200 lansia dengan rentang usia 60-70 tahun (Laki-laki = 42 orang, perempuan 158 orang). Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala UCLA Loneliness Scale Version 3 (Rusell, 1996) untuk mengukur kesepian dan skala Death Anxiety Scale (Templer, 1987) untuk mengukur kecemasan kematian. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan Pearson Colleration dengan bantuan IBM Statistik Versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai koefisien kolerasi sebesar 0,363 (P<0,01) yang menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kesepian dengan kecemasan kematian pada lansia. Sehingga, semakin tinggi kesepian yang dialami lansia maka kecemasan kematian yang dialaminya juga tinggi, dan begitupun sebaliknya. Selain itu, dari hasil tingkat kategorisasi menunjukkan bahwa kesepian yang dialami sebagian besar dalam tingkat yang sedang, dan kecemasan kematiannya sebagian besar pada tingkat yang tinggi. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15796/1/FPSI_PSIKOLOGI_1608015077_KHANIFAH%20ROKHMATUNNISAH.pdf Unduh!

Hubungan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Perkawinan Pada Usia Perkawinan 1 Bulan Sampai 5 Tahun Pertama

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15795/

Hubungan Kematangan Emosi Dengan
Penyesuaian Perkawinan Pada Usia Perkawinan 1 Bulan Sampai 5 Tahun Pertama

Permatasari, Juwita

Penyesuaian dalam perkawinan pada pasangan yang baru mengijak 5 tahun pertama perkawinan merupakan masa awal dalam perkawinan. Penyesuaian perkawinan merupakan suatu proses yang penting dalam suatu bahtera rumah tangga dalam menentukan keutuhan rumah tangga tersebut, untuk itu dalam proses penyesuaian perkawinan dibutuhkan kematangan emosi pada setiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kematangan emosi dengan penyesuaian perkawinan pada usia perkawinan tahun pertama. Responden pada penelitian ini berjumlah 214 pasang suami istri yang terdiri dari 107 suami dan 107 istri. Dalam melakukan pemilihan subjek peneliti menggunakan metode Nonprobability Sampling yang terdiri dari Skala Dyadic Adjustment Scale (DAS) yang disusun oleh Spanier kemudian dikemukakan oleh Spanier dalam Busby dkk sebanyak 13 item dengan nilai alpha cronbach sebesar 0,657. Skala Emotional Maturity Scale (EMS) yang disusun oleh Drs. Yashwir Singh & Mahesh Bhargave sebanyak 32 item dengan nilai alpha cronbach sebesar 0,839. Hasil analisa tersebut menujukkan nilai korelasi sebesar 0,465 yang kemudian di persenkan menjadi 46,5 dengan taraf sig ≤0,00 (≤0,05). Peneliti mengharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasangan suami dan istri agar dapat menghadapi atau menjalani kehidupan pernikahan dengan ketentuan yang ada.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15795/1/FPSI_PSIKOLOGI_1409015117_JUWITA%20PERMATASARI.pdf

Unduh!

Upaya Minimisasi Limbah Pada Sistem Pengelolaan Limbah Padat Medis Dan Non Medis Di Rs Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan Tahun 2015

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15794/

Upaya Minimisasi Limbah Pada Sistem Pengelolaan Limbah Padat Medis Dan Non Medis Di Rs Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan Tahun 2015

Nisara, Syifa

Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomis dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Pengelolaan limbah harus di lakukan secara komprehensif sejak hulur sampai hilir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengupayakan minimisasi limbah pada sistem pengelolaan limbah padat medis dan non medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penulis menganalisis bagaimana cara meminimisasikan limbah dan pengelolaan limbah padat medis dan non medis yang ada di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring variabel sumber limbah, volume limbah, jenis limbah, proses pengelolaan limbah, reduksi limbah
dan pemanfaatan limbah. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman wawancara mendalam, pedoman observasi menggunakan, lembar check list dan telaah dokumen. Dalam penelitian ini Pedoman wawancara mendalam dibagi menjadi 5 bagian yaitu pedoman wawancara untuk Kepala bagian sanitasi, pelaksana sanitasi, bagian perunit (UGD,OK, VK, Rawat Jalan, Rawat Inap), Supervisor dan cleaning service. . Penelitian ini dilakukan Di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan Tahun 2015 pada bulan Agustus hingga Desember 2015. Hasil penelitian di dapatkan bahwa Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring telah melakukan program minimisasi limbah dengan pemanfaatan limbah yaitu dengan penggunaan kembali (reuse) kertas yang dijadikan amplop serta dirigen dari sisa linen dijadikan sebagai tempat buangan alat jarum suntik dan alat tajam pengganti safety box dan Pot Tanaman. Pada pengelolaan limbah padat dari tahap pemilahan masih ada limbah yang bercampur antara medis dan non medis, pada pengangkutan masih ada transit atau tempat ditumpukan seharusnya aturannya limbah tersebut harus diangkut langsung ke TPS serta pada pemusnahan limbah medis belum dikelola sendiri oleh RS Muhammadiyah Taman Puring karena belum mempunyai insenerator untuk itu RS Muhammadiyah Taman Puring bekerjasama dengan PT Wastec International sebagai pihak ketiga. Agar pelaksanaan minimisasi berjalan lebih baik, diperlukan SOP mengenai minimisasi limbah berupa reduksi limbah pada sumbernya dan pelatihan khusus mengenai teknik pemilahan limbah sesuai jenisnya. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari manajemen atas terhadap pelaksanaan pengelolaan limbah rumah sakit.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15794/1/FIKES_KESMAS_1205017039_SYIFA%20NISARA.pdf

Unduh!

Gambaran Perilaku Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Pada Pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat Tahun 2015

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15793/

Gambaran Perilaku Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Pada Pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat Tahun 2015

Purnamasari, Imas

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku berkendara aman menggunakan sepeda motor pada pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang bersifat analitik dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat pada bulan Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat yang berjumlah 120 responden, dengan teknik pengumpulan data menggunakan sampel jenuh Hasil univariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berperilaku berkendara tidak aman lebih besar (89,2%), memiliki pengetauan tinggi lebih besar (65,0%), memiliki sikap baik lebih besar (67,5%), perlengkapan berkendara tidak lengkap lebih besar 90,0%), yang tidak memilki SIM lebih besar (75,8%), dan yang didukung keluarga lebih besar (93,3%). Saran dari penelitian ini perlunya dukungan keluarga dalam memberikan dukungan kepada anak terkait perilaku berkendara aman, beruapa teguran dan nasehat mengenai perlengkapan berkendara sepeda motor serta perlu diadakan penelitian yang lebih spesifik dan mendalam terhadap kepemilikan SIM pada siswa siswi SMA.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15793/1/FIKES_KESMAS_1105015050_IMAS%20PURNAMASARI.pdf

Unduh!

Peran Koordinator The Jak Mania Pasar Minggu Jakarta Selatan Dalam Meningkatkan Solidaritas Kelompok

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15792/

Peran Koordinator The Jak Mania Pasar Minggu Jakarta Selatan Dalam Meningkatkan Solidaritas Kelompok

Muna, Izzatul

The Jakmania adalah kelompok pendukung tim sepak bola Persija yang terbentuk karena suatu alasan, yaitu sama-sama mendukung tim sepak bola Persija dan berupaya untuk mengorganisir para pendukung Persija. Kehadiran The Jak Mania Pasar Minggu tidak hanya sekedar kumpul saja, mereka membuat kegiatan-kegiatan yang positif untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan. Hal itu tercipta karena adanya Peran Koordinator di dalam organisasi The Jak Mania Pasar Minggu.

Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori Peran Bidlle Thomas. Teori Peran Bidlle Thomas untuk menjelaskan bagaimana aktor dapat mempengaruhi targetnya dalam situasi tertentu, di organisasi perlu kita tahu bahwa peran koordinator sangat penting karena peran yang mereka lakukan sangat berpengaruh untuk jalannya organisasi The Jak Mania Pasar Minggu ini, terlebih masyarakat memiliki pandangan yang negatif terhadap suporter bola.

Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan metode studi kasus. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Data yang diperoleh disusun sebagai narasi yang panjang yang mendasar pada konsep dan teori.

Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran yang dilakukan oleh Koordinator sudah sangat baik untuk dapat merubah pandangan masyarakat terhadap suporter sepak bola. Melalui kegiatan-kegiatan yang positif, seperti kegiatan yang berguna untuk masyarakat sekitar. Koordinator juga mengambil peran dimasa pandemi ini melalui kegiatan pembuatan masker. Organisasi The Jak Mania Pasar Minggu dapat dicontoh bagi para suporter bola yang lain untuk menciptakan citra diri yang positif.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15792/1/FPSI_PSIKOLOGI_1606015226_IZZATUL%20MUNA.pdf

Unduh!

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

Huwaidah, Itsnaini Masyhuroh

Remaja akan dapat mengatasi tekanan dan kesulitan yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya dalam masa perkembangannya dengan baik jika anak memiliki kemampuan resiliensi atau ketahanan yang baik. Penelitian ini berfokus kepada fase anak usia remaja, di mana fase peralihan atau transisi dari masa anak-anak menuju dewasa dengan adanya interaksi antara faktor-faktor biologis, genetik, lingkungan dan sosial biasa disebut dengan fase remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negative antara kedua variabel, yaitu pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dan resiliensi pada remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 263 mahasiswa aktif yang terdiri dari 193 perempuan dan 70 laki-laki. Non probabilitas sampling merupakan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Skala yang digunakan untuk mengukur pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua adalah Parental Conditional Positive Regard Scale (PCPRS; Assor, et al. 2012). Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur Resiliensi adalah Adolescent Resilience Scale (ARS; Oshio, et al. 2002). Teknik analisa data menggunakan hipotesis uji korelasi pearson product moment melalui program aplikasi SPSS 26.0 for windows. Berdasarkan hasil statistik yang dilakukan antara PCPR dan Resiliensi ini memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,452; p = 0,003 (p<0,05). Hal ini memiliki arti bahwa PCPR dengan Resiliensi memiliki korelasi negative yang signifikan. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negative yang signifikan antara pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dengan resiliensi pada remaja. Sesuai dengan implikasinya bahwa semakin tinggi anak mendapatkan PCPR maka akan semakin rendah tingkat resiliensinya. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/1/FPSI_PSIKOLOGI_1708015107_ITSNAINI%20MASYHUROH%20HUWAIDAH.pdf Unduh!