Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Kepuasan Hidup Pada Remaja Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15790/

Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Kepuasan Hidup Pada Remaja Jakarta Selatan

Budiarti, Intan

Studi penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup pada Remaja Jakarta Selatan. Responden penelitian ini berjumlah 168 remaja di Jakarta Selatan. Instrument yang digunakan untuk mengukur rasa syukur menggunakan alat ukur The Gratitude Questionneire GQ-6 oleh McCullough 2002 yang berjumlah 6 item, dan untuk mengukur kepuasan hidup menggunkan instrument Mulitidimentsional Student Life Satisfaction Scale MSLSS oleh huebner 1994 dengan jumlah item sebanyak 40 item. Reliabilitas instrument diukur dan menghasilkan Alpha Cronbach sebesar 0,817 pada skala kebersyukuran dan pada kepuasan hidup sebesar 0,897. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Regresi untuk mencari tahu apakah adanya pengaruh kebersyukuran terhadap kepuasan hidup pada remaja, dengan mengunakan aplikasi IBM SPSS statistic versi 22. Hasil penelitian ini menujukan bahwa adanya peranan kebersyukuran yang mempengaruhi kepuasan hidup pada remaja hal ini dapat dilihat dari hasil R Square sebesar 0,149 menujukan bahwa kontribusi kebersyukuran terhadap kepuasan hidup sebesar 14,9% dan 85,1% variable lain yang tidak diteliti oleh peneliti dan nilai F sebesar 28,989 dengan probability value sebesar 0,000 dan nilai p kurang dari 0,001 yang berarti adanya pengaruh yang signifikan. Dan dapat disimpulkan bahwa peneliti menerima HA dan menolak H0.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15790/1/FPSI_PSIKOLOGI_1608015072_INTAN%20BUDIARTI.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

Syahputra, Muhammad Dwi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan upaya pemeliharaan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat PHBS di Indonesia masih rendah, terutama di daerah kumuh. Penilitian ini bertujuan untuk Mengetahui Gambaran faktor faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan kayu Utara Jakarta Timur.Desain penelitian adalah kuantitatif Deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel adalah 113 keluarga yang dipilih dengan teknik kluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 59,3% responden berperilaku baik dan 40,7% berperilaku tidak baik di puskesmas kelurahan utan kayu utara. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (Pvalue : 0.000),sikap (Pvalue : 0.002) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (p<0.05, α=0.05). Penelitian ini dapat menjadi masukan dalam menyusun program yang berkaitan dengan Perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengedepankan upaya preventif dan promotif. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/1/FIKES_KESMAS_1305015095_MUHAMMAD%20DWI%20SYAHPUTRA.pdf Unduh!

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

Riyantara, Respati

Sanitasi Adalah Upaya Kesehatan Dengan Cara Melindungi Dan Memelihara Lingkungan Dari Subjeknya. Sekolah Merupakan Tempat Berkumpulnya Warga Sekolah Untuk Suatu Kegiatan Atau Aktivitas Tertentu. Banyaknya Kegiatan Yang Dilakukan Membuat Ancaman Penularan Penyakit Apabila Kebersihan Sekolah Tidak Dikelola Dengan Baik. Selain Itu Perbedaan Pengelolaan Kebersihan Sekolah Negeri Dengan Madrasah Masih Belum Diketahui Secara Detail. Berdasarkan Uraian Diatas Penelitian Ini Dilakukan Untuk Mengetahui Gambaran Kondisi Sanitasi Sekolah Antara SMP Negeri Dengan Mts Negeri Di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018. Komponen Yang Dilihat Adalah Lokasi, Bangunan, Ruangan, Fasilitas Sanitasi, Dan Halaman. Dalam Penelitian Ini, Metodologi Yang Digunakan Adalah Kualitatif Dengan Teknik Pengumpulan Data Dari Observasi Dan Wawancara Mendalam. Informan Penelitian Berjumlah 12 Orang Berdasarkan Teknik Purposive Sampling, Yaitu Kepala Sekolah / Wakil, TU, Guru, Petugas Kebersihan Dan Siswa. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Hanya Mts Negeri 1 Yang Bebas Dari Kerawanan Banjir, Namun Masih Terdapat Genangan Saat Hujan Deras, SMP Negeri 141 Mengalami Kebebasan Dari Banjir Saat 2 Tahun Terakhir Ini. Pada Kondisi Banggunan Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kelas Hanya SMPN Negeri 141 Yang Memiliki Kriteria Ruangan Kelas Yang Ditentukan. Pada Ruang UKS Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kantin Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Sarana Air Bersih Yang Memenuhi Syarat Secara Fisik Adalah Mts Negeri 1. Pada Proporsi Toilet Maupun Keadaan Kebersihan Toilet Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Dan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Dan Kurangnya Fasilitas Sanitasi Pada Toilet. Pada CTPS Yang Tersedia Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Ketersediaan Air Bersih, Bak Penampungan Limbah Dan Sabun. Pada Sarana Pembuangan Sampah Kedua Sekolah Belum Memenuhi Syarat Ketentuan Jarak Berdasarkan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Saluran SPAL Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Saluran Yang Lancar Dan Tertutup. Pada Kondisi Halaman Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Yang Ada Secara Keseluruhan. Pada Kebebasan Jentik Nyamuk Kedua Sekolah Terbebas Dari Jentik Nyamuk Dan Menjalin Kerjasama Dengan Pihak Puskesmas.
Kondisi Sanitasi Sekolah Pada SMP N 141 Maupun Mts N 1 Belum Memenuhi Ketentuan Dengan Berbagai Permasalahan Pada Masing – Masing Sekolah. Pada Keadaan Dinding Dibutuhkannya Adanya Sosialisasi Kepada Siswa Agar Tidak Mencoret Tembok Serta Memperbaiki Keadaan Lantai Yang Rusak. Terkait Persyaratan Ruang Dilengkapi Dengan Sarana Yang Memadai. Selain Itu Ketersediaan Fasilitas Sanitasi Yang Dibutuhkan Pada Toilet Perlu Disediakannya Sabun Dan Tempat Sampah Yang Memadai.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/1/FIKES_GIZI_%201405015123_%20RESPATI%20RIYANTARA.pdf

Unduh!

Hubungan Higiene Perorangan dan Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15786/

Hubungan Higiene Perorangan dan Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang Tahun 2017

Lidiawati, Lidiawati

Demam tifoid adalah penyakit infeksi usus menyerang saluran cerna, yang disebabkan oleh kuman salmonella typhi. Penyakit ini menyerang diseluruh negara dan lebih banyak pada negara berkembang, demam tifoid erat kaitannya dengan sanitasi perumahan yang jelek dan higiene perorangan yang buruk. Demam tifoid di Kota Tangerang paling banyak ditemukan dibagian rawat inap rumah sakit. Menurut data rumah sakit bhakti asih penyakit demam tifoid menjadi angka ke 3 dalam pola penyakit terbanyak dibagian rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan fisik rumah dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian kasus kontrol. Populasi kasus dari penelitian ini adalah semua penderita demam tifoid yang melakukan rawat inap pada bulan mei-juli 2017 berdasarkan rekam medik Rumah Sakit Bhakti Asih. Populasi kontrol bukanlah penderita tifoid (penderita diare) yang melakukan rawat inap pada bulan Mei-Juli 2017 berdasarkan rekam medik Rumah Sakit Bhakti Asih. Sampel dari penelitian ini yaitu 34 kasus dan 34 kontrol. Tehnik pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil melalui kuesioner, dan lembar observasi menggunakan alat bantu rollmeter. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan(Pvalue 0,015) (OR=3,833), kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar (Pvalue 0,010) (OR=4,667), kebiasaan jajan diluar rumah (Pvalue 0,006) (OR=4,886), sarana pembuangan tinja (Pvalue 0,014) (OR=3968), dan sarana tempat sampah (Pvalue 0,027) (OR=3,429). Dan tidak ada hubungan antara sumber air (Pvalue 0,104), jenis kelamin (Pvalue 0,222), umur (Pvalue 0,752), dan pendidikan (Pvalue 1,000). Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah masyakarat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, untuk pihak RS memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang demam tifoid.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15786/1/FIKES_KESMAS_1305015077_LIDIAWATI.pdf

Unduh!

Higiene dan Sanitasi Penyelenggaraan Makanan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15785/

Higiene dan Sanitasi Penyelenggaraan Makanan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan Tahun 2017

Gandini, Gazella Dwiga

Higiene sanitasi makanan merupakan upaya mengendalikan kejadian keracunan atau gangguan akibat makanan sehingga makanan yang akan dikonsumsi lebih terjamin keamanannya, guna mewujudkan cita-cita membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas, perlu diperhatikan perbaikan gizinya sejak dini. Pesantren dituntut untuk menyediakan sajian makanan dalam jumlah banyak untuk para santri dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan di Pesantren Yatim Assa’adah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur. Penelitian dilakukan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan pada bulan Oktober hingga November 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa higiene sanitasi penyelenggaraan makanan di Pesantren Yatim Assa’adah tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan PERMENKES No. 1096/ 2011. Dari kesimpulan akhir tersebut, masih terdapat hambatan yang ditemukan seperti lemari terbuka untuk menyimpan peralatan, kurangnya penyediaan sabun pembersih, pesantren tidak menyediakan APD untuk penjamah makanan, aliran air dapur sering mati karena terhubung dengan saluran air asrama, porsi makanan yang kurang mencukupi untuk jumlah santri dan guru, kurang layaknya penyajian nasi saat sarapan, serta kurangnya disiplin santri dalam penggunaan maupun penyimpanan peralatan dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah dengan benar. Sehingga pesantren perlu menyiapkan anggaran untuk penyediaan APD, mengatur ulang jadwal memasak, menyediakan sabun khusus cuci tangan, melakukan monitoring proses penyelenggaraan makanan, dan menghimbau serta memberikan arahan untuk keluarga besar pesantren agar meningkatkan kedisiplinan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15785/1/FIKES_KESMAS_1305015054_GAZELLA%20DWIGA%20GANDINI.pdf

Unduh!

Fakto-Faktor yang Memengaruhi Status Gizi Anak Penyandang Autis, ADHD dan Down Syndrome Usia 5-18 Tahun di Rumah Autis Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15784/

Fakto-Faktor yang Memengaruhi Status Gizi Anak Penyandang Autis, ADHD dan Down Syndrome Usia 5-18 Tahun di Rumah Autis Jakarta

Mulyasari, Lisa

Autis adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak tidak lazim dan cenderung berlebihan, sedangkan Down Syndrome merupakan kondisi kelainan genetik yang terjadi pada masa pertumbuhan janin pada kromosom 21/trisomi 21 dengan gejala yang sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi status gizi anak penyandang Autis, ADHD & Down Sydrome. Penelitian dengan design cross sectional ini dengan jumlah sampel 30 orang. Pengambilan data tentang berat badan anak, tinggi badan anak, asupan konsumsi energi, karbohidra, protein,dan lemak, pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, aktivitas fisik anak dan pengetahuan orang tua tentang diet makan anak. Dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan, pendapatan, aktivitas fisik, konsumsi karbohidrat, protein, lemak dan ada hubungan antara konsumsi energi dan pengetahuan ibu dengan status gizi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15784/1/FIKES_GIZI_%201205025040_%20LISA%20MULYASARI.pdf

Unduh!

Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15783/

Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.

Amallia, Fahmi Diina

Hipertensi Merupakan Salah Satu Faktor Resiko Yang Paling Sering Berpengaruh Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah. Lansia Banyak Menghadapi Berbagai Masalah Kesehatan Yang Perlu Penanganan Segera Dan Terintegrasi, Salah Satunya Adalah Gangguan Sirkulasi Darah Atau Hipertensi. Salah Satu Cara Untuk Mengendalikan Hipertensi Pada Lansia Adalah Dengan Konseling Gizi Dan Rutin Senam Lansia. Untuk Itu, Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan ( Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.
Jenis Penelitian Yang Dipakai Dalam Penelitian Ini Adalah Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu). Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Ini Adalah Dengan Menggunakan Sampling Jenuh, Dengan Jumlah Sampel Sebanyak 60 Orang. Terbagi Dalam 4 Kelompok , Yatu Kelompok Control, Kelompok Perlakuan 1 Yang Diintervensi Konseling, Kelompok Perlakuan 2 Yang Diintervensi Senam Lansia, Kelompok Perlakuan 3 Yang Diintervensi Konseling Dan Senam Lansia. Teknik Analisis Data Menggunakan Uji Statistic “Uji Paired T”. Variabel Dependent Dalam Penelitian Ini Adalah Status Hipertensi. Variabel Independent Terdiri Dari Karakteristik Responden (Usia, Jenis Kelamin, Status Pekerjaan, Kebiasaan Merokok, Besarnya Penghasilan), Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Serat, Asupan Lemak), Dan Status Gizi. Hasil Penelitian Menunjukkan 88.3% Berjenis Kelamin Perempuan, 90% Berusia 45-60 Tahun, 76,67% Tidak Bekerja, 98,3% Berpenghasilan Di Bawah UMR, Dan 86.67% Tidak Merokok. Penurunan Asupan Natrium Dan Lemak Terbesar Antara Sebelum Dan Sesudah Intervensi Ada Pada Kelompok Perlakuan 3, Serta Kenaikan Asupan Serat Tertinggi Sebelum Dan Sesudah Intervensi Ada Pada Kelompok Perlakuan Tiga. Hasil Uji Beda Dengan Uji “Paired T” Menunjukkan Bahwa Ada Perbedaan Yang Bermakna Sebelum Dan Setelah Intervensi Asupan Natrium (P=0.001), Asupan Lemak (P=0.001), Asupan Serat (0.001), Pola Makan (0.001), Status Gizi (P=0.001) Dan Status Hipertensi (0.001) Pada Kelompok Perlakuan Ketiga Yang Diintervensi Dengan Konseling Dan Senam Lansia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15783/1/FIKES_GIZI_%201505029002_%20FAHMI%20DIINA%20AMALLIA.pdf

Unduh!

Hubungan Asupan Natrium dan Kalium, Status Gizi, serta Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15782/

Hubungan Asupan Natrium dan Kalium, Status Gizi, serta Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan

Pangestu, Ade Dwi

Pasien diabetes memiliki risiko 1,5 hingga 3 kali lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan non-diabetes. Proporsi hipertensi di Indonesia pada penderita yang mengalami DM adalah sebesar 51,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan kalium, status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian tekanan darah pada Pasien DM di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel berjumlah 99 pasien yang didapat dari metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pasien berusia 57 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan telah menderita diabetes selama 5 tahun. Rata-rata asupan natrium sebesar 2401 mg sedangkan rata-rata asupan kalium sebesar 1460 mg. Proporsi pasien diabetes di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan yang memiliki tekanan darah tinggi sebesar 83,8%. Sebanyak 78,8% pasien memiliki obesitas sentral. Sebanyak 75,8% tergolong ke dalam kategori aktivitas fisik yang rendah. Berdasarkan uji chi-square terdapat hubungan yang signifikan (p value = 0,000) antara asupan natrium, status gizi, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik. Terdapat hubungan yang bermakna dengan (p value = 0.000, 0,023, dan 0,000) antara antara asupan natrium, status gizi, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah diastolik. Tidak adanya hubungan yang bermakna antara asupan kalium dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan p value masing-masing sebesar 0,569 dan 0,281.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15782/1/FIKES_GIZI_1505025002_ADE%20DWI%20PANGESTU.pdf

Unduh!

Overcoming the Impact of Online Games through Literacy for Junior High School Students in South Tangerang City

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15779/

Overcoming the Impact of Online Games through
Literacy for Junior High School Students in South
Tangerang City

Romadlan, Said

Background: A form of communication technology widely played
today is an online game, which is a type of game that utilizes
computer networks. However, this type of game can cause addictive
effects in the long run, such as in the case of Islamic Junior High
School students Raudlatul Hikmah, thereby leading to decreased
learning performance. This research aims to provide online game
literacy training, such as the development, characteristics, and forms
of online gaming, regulation, ethics, and the effects of online games,
and tips on overcoming them.
Contribution: This research contributes to students’ understanding
of the development characteristics and forms of online games, as
well as the regulations, ethics, and their effects, to overcome its
negative impacts.
Method: Methods applied include sharing experiences in using
online games, presentations and discussions on its literacy, and
questionnaire and guided group discussions on online game
problems.
Results: The results showed that on the average, 82% of students
understand the development, characteristics, and types of online
games. Meanwhile, 96% understand its effects, while 85% have
adequate knowledge of the tips needed to overcome the associated
adverse effects.
Conclusion: In conclusion, the objectives set by this training
program can meet the target of providing online game literacy for
Islamic Junior High School students Raudlatul Hikmah.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15779/1/artikel%20jurnal%20spekta-published.pdf

Unduh!

Jihad As Mabadi’ Khaira Ummah and The Contra�Discourse of Radicalism in Indonesia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15778/

Jihad As Mabadi’ Khaira Ummah and The Contra�Discourse of Radicalism in Indonesia

Romadlan, Said

This article focuses on the process of interpreting the meaning of jihad in moderate Islamic organizations as a counter-discourse of radicalism in Indonesia. In the
discourse on the meaning of jihad in Indonesia, many Muslim groups further accentuate the interpretation of the meaning of jihad as war or other acts of violence. As a result, there have been many acts of violence taking place such as attacks and bombings against non�Muslims in the name of jihad. The misinterpretation of the meaning of jihad must be
countered by giving rise to other meanings of jihad as counter-discourses. One of them is proposed by a moderate Islamic organization in Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), which interprets the meaning of jihad more contextually and in accordance with the values of Islamic teachings as a religion which upholds the value of rahmatan lil-alamin. The
research method used was the analysis of Paul Ricoeur’s hermeneutics which emphasized the distinction of the interpretation process. The research finds that the interpretation of the meaning of jihad among NU is jihad as “Mabadi’ Khaira Ummah” (prioritizing people’s welfare). This interpretation is a reflection of the NU as an organization that is based on people’s welfare and integrity of the nation. Contextually, this interpretation is manifested in the form of jihad against corruption, against drugs and jihad in social media. The implication of interpretation of the meaning of jihad as “Mabadi’ Khaira Ummah” is strengthening NU’s position as a moderate Islamic organization, and also as a counter�discourse on the interpretation of the meaning of jihad as war and terrorism that is often interpreted by radical muslim groups in Indonesia.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15778/1/artikel%20prosiding%20ICON%202021-published.pdf

Unduh!