Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15683/

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor

Pratiwi, Finatiya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang terkena dampak bencana banjir di Desa Bojongkulur yang berjumlah 6.669 kepala keluarga terdiri dari 27 RW. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 kepala kelurga yang diambil dari jumlah seluruh kepala keluarga di 27 RW tersebut dengan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel propotional random sampling. Variabel penelitian ini meliputi: pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan mobilitas sumberdaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor tergolong pada kategori “hampir siap” rata-rata skor dari nilai keseluruhan responden yang menunjukkan angka 64,37.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15683/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1601095016_FINATIYA%20PRATIWI.pdf

Unduh!

Kajian Pendapatan Petani Pasca Adanya Pertambangan Batu Andesit (Studi Komparasi Pendapatan Petani di Desa Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Sebelum dan Sesudah Adanya Pertambangan Batuan Andesit)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15681/

Kajian Pendapatan Petani Pasca Adanya Pertambangan Batu Andesit (Studi Komparasi Pendapatan Petani di Desa Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Sebelum dan Sesudah Adanya Pertambangan Batuan Andesit)

Natasya, Melanita

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan ekonomi masyarakat Desa Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor sebelum dan setelah dibukanya pabrik pengolahan batu andesit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang bekerja sebagai buruh tambang batu andesit di Desa Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Sampel pada penelitian ini sebanyak 75 sebagian penduduk dari populasi 1.500 penduduk. Metode pengambilan sampel menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparatif pengambilan sampel sumber data dilakukan secara random sampel. Analisis data menggunakan metode analisis deskripsi berdasarkan hasil data kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan ekonomi masyarakat Desa Rengasjajar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor sebelum adanya pertambangan pendapatan tertinggi yang dimiliki yaitu sebesar Rp 3.100.000 – Rp 4.000.000 sebanyak 9 jiwa dengan persentase 12%. Sementara itu, pendapatan terendah yang dimiliki yaitu sebesar Rp ≤ Rp 1.000.000 sebanyak 1 jiwa dengan persentase 1,3%. Sesudah adanya pertambangan pendapatan tertinggi yang dimiliki yaitu ≥ 6.100.000 sebanyak 7 jiwa dengan persentase 9,3%. Sementara itu, pendapatan terendah yang dimiliki yaitu sebesar Rp 3.000.000 sebanyak 19 jiwa dengan persentase 25,3%. Hal ini menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari adanya pertambangan batuan andesit di desa yaitu terjadinya perubahan pada mata pencaharian masyarakat Desa Rengasjajar dari sektor pertanian ke sektor pertambangan dan pengangguran usia produktif di Desa Rengasjajar dapat bekerja di sektor pertambangan. Pertambangan juga menjadi peluang usaha bagi masyarakat di Desa. Terjadinya mobilitas pada masyarakat Desa Rengasjajar dalam bidang pekerjaannya yang menyebabkan terjadinya peningkatan pendapatan dan merubah taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15681/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1601095006_MELANITA%20NATASYA.pdf

Unduh!

Penerapan Penilaian Autentik Serta Teknik Dan Instrumen Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15680/

Penerapan Penilaian Autentik Serta Teknik Dan Instrumen Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur

Pamir, Pamir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran geografi sesuai standar penilaian di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. (2).Teknik dan instrumen penilaian autentik dalam pembelajaran geografi sesuai standar penilaian serta kendala guru ketika menerapkan teknik dan instrumen penilaian autentik dalam pembelajaran geografi di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini termasuk penelitian populasi adapun subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket, wawancara, dan analisis dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan adalah statistik-deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Guru geografi di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur 98% temasuk kedalam kategori sangat baik, kemudian untuk kategori setiap aspek seperti aspek perencanaan, aspek pelaksanaan, analisis dan pelaporan, serta teknik dan instrumen pengetahuan masuk kedalam kategori sangat baik. Sedangkan pada aspek teknik dan instrumen penilaian sikap masuk kedalam kategori kurang. Pada aspek teknik dan instrumen penilaian keterampilanmasuk kedalam kategori baik. (2) Teknik dan instrumen penilaian autentik pada penilaian keterampilan dan pengetahuan guru sudah menerapkannya dengan baik menggunakan teknik dan instrumen bervariasi, sedangkan untuk aspek teknik dan instrumen penilaian sikap guru belum menerapkan teknik penilaian yang bervariasi dan mengacu pada standar penilaian, kendala guru geografi di SMA&MA Negeri se-Kecamatan Ciracas Jakarta Timur dalam menerapkan penilaian autentik dalam pembelajarannya adalah jumlah siswa terlalu banyak tidak bisa mengawasi satu persatu, banyak variabel yang harus dibuat di setiap instrumen penilaian, terkendala dengan waktu dan terbentur dengan penilaian tugas lain serta pemilihan teknik yang pas untuk menilai keterampilan siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15680/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095045_PAMIR.pdf

Unduh!

Prediksi Kebutuhan Air Bersih Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur Pada Tahun 2029.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15679/

Prediksi Kebutuhan Air Bersih Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur Pada Tahun 2029.

Setiawan, Rahmad Nur

Penelitian ini bertujuan Untuk memprediksi volume rata-rata kebutuhan Air bersih perorang perhari Penduduk Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur pada tahun 2029. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tujuan deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara yang dipandu dengan kusioner dengan tujuan berupa analisis Deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian Kepala Keluarga di Desa Pinggirpapas. Penentuan banyaknya sampel menggunakan rumus Taro Yamane. Penentuan sampel dilakukan dengan Metode Proposional Random Sampling. Hasil penelitian menyimpulkan rata–rata kebutuhan air bersih perorang perhari musim Hujan tahun 2018 sebesar 52,68 liter perhari. Adapun rata-rata kebutuhan air bersih per-Kepala Keluarga pada musim hujan tahun 2018 sebesar 209,87 liter
per-Kepala Keluarga perhari. Dan rata–rata kebutuhan air bersih perorang perhari musim Kemarau tahun 2018 sebesar 43,99 liter perhari. sedangkan rata-rata kebutuhan air bersih per-Kepala Keluarga pada musim kemarau tahun 2018 sebesar 172,84 liter per-Kepala Keluarga perhari. Pemenuhan air bersih pada musim hujan bersumber dari PDAM dan air hujan yang di tampung oleh penduduk ke dalam bakbak untuk digunakan sehari-hari. Sedangkan pemenuhan air bersih pada musim kemarau hanya bersumber dari PDAM. Prediksi besarnya volume kebutuhan air bersih untuk seluruh penduduk pada musim hujan Desa Pinggirpapas tahun 2029 sebesar 362.754,5 liter perhari. Sedangkan Prediksi besarnya kebutuhan air bersih seluruh penduduk pada musim kemarau tahun 2029 sebesar 302.915,1 liter per hari. Apabila kekurangan pasokan air pada musim hujan tahun 2029, jenis penggunaan air yang diutamakan untuk memasak sebesar 14.510,18 liter (4%), minum sebesar 14.510,18 liter (4%), buang air sebesar 43.530,54 liter (12%), mencuci alat dapur 32.647,905 liter (9%). Sedangkan pada musim kemarau tahun 2029 jika kekurangan pasokan air bersih, jenis penggunaan air yang diutamakan untuk, minum sebesar 18.174,906 liter (6%), memasak sebesar 12.116,604 liter (4%), buang air sebesar 39.378,963 liter (13%), mencuci alat dapur 24.233,208 liter (8%).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15679/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095042_RAHMAD%20NUR%20SETIAWAN.pdf

Unduh!

Analisis Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15678/

Analisis Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung)

Ahmar, Zahrah Failami

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya kesiapsiagaan dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana banjir di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir di Kelurahan Andir berdasarkan peta wilayah banjir oleh BPBD Kabupaten Bandung. Teknik analisis data ini menggunakan Instrumen kesiapsiagaan masyarakat yang telah dikembangkan oleh LIPI, yaitu alat ukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan Andir termasuk dalam kategori rendah dengan indeks kesiapsiagaan yaitu 56,71. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah parameter pengetahuan, akan tetapi tingginya pengetahuan tidak dimplementasikan dengan tindakan masyarakat. Persebaran tingkat kesiapsiagaan di Kelurahan Andir yaitu RW 06 dengan kategori rendah, dengan nilai 54,66, RW 07 dengan kategori rendah dengan nilai 55,32, RW 09 dengan kategori sedang dengan nilai 60,47 dan RW 13 dengan kategori rendah dengan nilai 52.61. Upaya masyarakat Kelurahan Andir dalam meningkatkan kesiapsiagaan yang telah dilakukan seperti menyiapkan peralatan untuk kondisi darurat, Menyiapkan kebutuhan pokok keluarga, menyiapkan tempat untuk mengungsi, dan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15678/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095038_ZAHRAH%20FAILAMI%20AHMAR.pdf

Unduh!

Kesesuaian Kualitas Air Tanah Berdasarkan Standar Air Bersih Untuk Higiene Sanitasi (Studi Kualitas Air Tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15677/

Kesesuaian Kualitas Air Tanah Berdasarkan Standar Air Bersih Untuk Higiene Sanitasi (Studi Kualitas Air Tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat)

Wulandari, Yanti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah di wilayah Kelurahan Kebon Kosong. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui sesuai atau tidak sesuainya kualitas air tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 23 tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi seluruh air tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Pengambilan sampel menggunakan teknik area sampling berdasarkan kepadatan permukiman. Dengan metode analisis deskriptif berdasarkan uji laboratorium kualitas air. Hasil penelitian diketahui bahwa air tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat menurut kualitas air fisika di wilayah permukiman padat berbau, di wilayah permukiman sangat padat dan wilayah permukiman dengan kepadatan sedang tidak berbau, jumlah zat terlarut (TDS) berkisar antara 487 – 2304 mg/l, kekeruhan berkisar 0,1 – 1,2 mg/l, tidak berasa, warna <0,38 – 2,85 TCU, suhu berkisar 23,5 – 23,60C. Adapun kualitas kimia air tanah yaitu konsentrasi unsur arsen berkisar antara <0,001 – 0,2 mg/l, besi berkisar <0,048 – 0,092 mg/l, deterjen 0,0 – 0,026 mg/l, flourida 0,677 – 1,178 mg/l, kadmium sebesar <2,18 x 10-4 mg/l, kesadahan berkisar 201 – 263 mg/l, mangan berkisar 0,046 – 0,65 mg/l, nitrat sebagai N 0,23 – 4,50 mg/l, nitrit sebagai N 0,0039 – 0,0075 mg/l, pH berkisar 6,99 – 7,40, air raksa <3,13 x 10-4, selenium <2,67 x 10-4 - 3,0 x 10-4 mg/l, seng <0,048 mg/l, sianida <0,007 mg/l, sulfat berkisar 54,61 – 92,90 mg/l, timbal<3,57 x 10-3, zat organik berkisar 2,9 – 11,42 mg/l. Sedangkan kualitas biologi air tanah yaitu kandungan E.Colli berkisar antara 22 – 27 APM/100 ml, dan kandungan total coliform berkisar 350 - >1.600 APM/100 ml. Penelitian ini membuktikan bahwa seluruh air tanah di wilayah Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat tidak sesuai untuk air bersih keperluan higiene sanitasi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.32 tahun 2017. Kesimpulan dari hasil uji laboratorium bahwa air tanah di Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat sudah tercemar oleh unsur kimia dan unsur biologi yang terdapat dalam air tanah.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15677/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095037_YANTI%20WULANDARI.pdf

Unduh!

Pengaruh Pendapatan Nasabah Bank Sampah Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga ( Studi Kasus Bank Sampah Berlin 09, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren Tangerang, Banten).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15676/

Pengaruh Pendapatan Nasabah Bank Sampah Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga ( Studi Kasus Bank Sampah Berlin 09, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren Tangerang, Banten).

Maharani, Tya Putri

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan bank sampah dalam pengelolaan sampah yang berasaskan ekonomi serta mengalisis pengaruh pendapatan nasabah bank sampah terhadap Pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen lapangan dengan teknik yang dipandu dengan kusioner dengan tujuan berupa analisis Deskriptif. Penentuan tempat penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Nasabah bank sampah Berlin 09. Sampel dalam penelitian ini adalah sample jenuh. Dari hasil penelitian yang diberikan tindakan pengelolaan yang diperoleh rentang nilai antara 77 sampai 103 dengan jumlah sampel 61 responden mean 134,5 dengan kategori baik dan simpangan baku 10,22. disimpulkan bahwa tingkat pendapatan hasil pengelolaan responden yang diberikan informasi dan tindakan. Ada pengaruh sangat tinggi yaitu sebesar 26,23 % dengan pendapatan. berpendapatan Tinggi sebesar 8,20%, berpendapatan sedang sebesar 11,48%, berpendapatan rendah sebesar 14,75% dan berpendapatan sangat rendah sebesar 39,34%. Sedangkan pengelolaan sampah yang tidak diberikan tindakan diperoleh rentang nilai antara 34 sampai 63 dengan jumlah sampel 61 responden dengan mean 61,62 dengan kategori cukup dan simpangan baku 9,3. bahwa tingkat pendapatan hasil pengelolaan sampah responden yang diberikan informasi berependapatan sangat rendah yaitu sebesar < Rp. 200.00-/Tahun jika itupun ada yang menyetor ke bank sampah. Adapun Hasil yang didapat dalam penelitian ini , uji t test variabel Pengelolaan sampah dengan Pendapatan Nasabah Rumah tangga yaitu Rhitung = 2,01 > Ttabel = 0,67655 maka dapat disimpulkan terdapat penaruh pengelolaan sampah dengan pendapatan nasabah.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15676/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095036_TYA%20PUTRI%20MAHARANI.pdf

Unduh!

Kualitas Air Tanah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15675/

Kualitas Air Tanah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.

Amaliah, Sri Rizkiyatul

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Selain itu, untuk mengetahui belum atau sudah tercemarnya air tanah di Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang menurut standar persyaratan kualitas air bersih Permenkes No.416/Menkes/ Per/IX/1990. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didasarkan pada analisis laboratorium kualitas air. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan area sampling. Jenis sampel dalam penelitian ini merupakan grab sample. Berdasarkan radius wilayah dari timbunan sampah TPA Jatiwaringin diketahui bahwa kualitas air tanah di Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang menurut kualitas fisika yaitu kandungan jumlah zat padat terlarut (TDS) berkisar antara 2122-3350 mg/ℓ. Adapun kualitas kimia yaitu kesadahan berkisar antara 615,0-580,0 mg/ℓ, klorida berkisar antara 628,52- 900,71 mg/ℓ, mangan berkisar antara 0,145-3,76 mg/ℓ. Air tanah di Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang di wilayah radius lebih 100 meter dari timbunan sampah TPA Jatiwaringin ke arah utara sudah tercemar menurut standar kualitas air bersih golongan B. Hal ini dibuktikan pada air tanah di wilayah radius lebih 100 meter dari timbunan sampah TPA Jatiwaringin ke arah utara yaitu jumlah zat padat terlarut sebesar 3350 mg/ℓ, kesadahan sebesar 615,0 mg/ℓ, klorida sebesar 900,71 mg/ℓ dan mangan air tanah 3,76 mg/ℓ tidak sesuai dengan standar kualitas air bersih golongan B. Air tanah di wilayah radius lebih dari 100 meter dari timbunan sampah TPA Jatiwaringin ke arah utara tercemar menurut standar kualitas air bersih golongan B. Adapun air tanah di wilayah radius 0 sampai 50 meter dari timbunan sampah TPA Desa Jatiwaringin ke arah utara belum ada parameter kualitas air yang melampaui standar kualitas air golongan B. Kesimpulannya bahwa wilayah radius 0 sampai 50 meter dari timbunan sampah Desa Jatiwaringin ke arah utara belum tercemar menurut standar kualitas air bersih golongan B.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15675/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095035_SRI%20RIZKIYATUL%20AMALIAH.pdf

Unduh!

Kajian Pendapatan Nelayan Pasca Reklamasi (Studi Komparasi Pendapatan Nelayan di Kampung Nelayan Kelurahan Pluit Sebelum dan Sesudah Reklamasi Teluk Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15674/

Kajian Pendapatan Nelayan
Pasca Reklamasi (Studi Komparasi Pendapatan Nelayan di Kampung Nelayan Kelurahan Pluit Sebelum dan Sesudah Reklamasi Teluk Jakarta

Ilhami, Nida Cahya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pendapatan nelayan sebelum dan sesudah adanya reklamasi Teluk Jakarta di Kampung Nelayan Kelurahan Pluit. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tujuan deskriptif. Penentuan wilayah penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Nelayan Kelurahan Pluit. Banyaknya populasi 108 KK. Pengambilan sampel ditentukan menggunakan teknik Cluster Sampling (Area Sampling). Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah reklamasi. Perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah reklamasi hanya terdapat pada segi pendapatan bersih perbulan nelayan yang dimana terjadi perubahan pendapatan yang sangat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan uji t-tes yang menunjukkan bahwa Thitung > Ttabel (21.324 > 2,040). Rata – rata pendapatan bersih perhari nelayan sebelum reklamasi di Kelurahan Pluit sebesar ± Rp. 2.000.000, dan pendapatan bersih perhari nelayan setelah reklamasi di Kelurahan Pluit sebesar ± Rp. 500.000. Dengan selisih pendapatan perbulan sebesar ± Rp 25.000.000. Hal ini menunjukan bahwa pendapatan bersih nelayan lebih rendah sesudah reklamasi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15674/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095026_NIDA%20CAHYA%20ILHAMI.pdf

Unduh!

Kajian Lahan Kritis di Kecamatan Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Tahun 2019.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15673/

Kajian Lahan Kritis di Kecamatan Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Tahun 2019.

Khanza, Nadya Aufa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat lahan kritis dan membuat peta sebaran lahan kritis di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Tahun 2019 Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lahan di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian lahan di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat yang diambil berdasarkan kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan jenis tanah yang dinyatakan dalam satuan lahan. Penetapan sampling menggunakan area sampling berdasarkan, satuan lahan. Analisis data menggunakan BPDAS PS No.: P. 4/V-Set/2013 yaitu memberi skor pada setiap parameter penentu lahan sehingga diperoleh klasifikasi dan bobot untuk dijumlahkan melui kriteria lahan kritis di kawasan tertentu kemudian di semua parameter ditotal untuk mendapatkan tingkat lahan kritis di tempat penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar lahan di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat mempunyai kondisi kritis sampai dengan sangat kritis, yaitu meliputi Desa Mekarsari bagian Barat, Desa Margajaya, Desa Cimareme, dan Desa Gadobangkong bagian utara. Terdapat juga lahan agak kritis yaitu meliputi wilayah Desa Cimanggu, Desa Cilame bagian Barat, Desa Tanimulya dan Desa Pakuhaji bagian Barat. Selain itu, lahan yang mempunyai klasifikai potensial kritis meliputi Desa Cmanggu bagian Utara, Desa Bojongkoneng bagian Utara, dan Desa Ngamprah bagian Barat. Namun terdapat lahan yang tidak kritis meliputi wilayah Desa Sukatani dan Desa Bojongkoneng.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15673/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095023_NADYA%20AUFA%20KHANZA.pdf

Unduh!