Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15694/

Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

Prasetio, Hanif Dian

Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15694/1/FPSI_PSIKOLOGI_1409015039_HANIF%20DIAN%20PRASETIO.pdf

Unduh!

Pengaruh Optimisme Terhadap Kesabaran Berbisnis Di Bidang Kuliner Pada Mahasiswa Jabodetabek

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15693/

Pengaruh Optimisme Terhadap Kesabaran Berbisnis Di Bidang Kuliner Pada Mahasiswa Jabodetabek

Habibah, Siti

Berbisnis menjadi salah satu penggerak meningkatnya ekonomi suatu negara. Tidak hanya orang dewasa, anak muda seperti mahasiswa zaman sekarang pun terjun dalam dunia bisnis, khususnya bisnis kuliner. Semakin banyaknya orang berbisnis kuliner, artinya terdapat peningkatan bersaing antara pebisnis satu dengan lainnya termasuk berbagai tantangan dan kesulitan dalam membangun bisnis itu sendiri. Oleh sebab itu dibutuhkan kekuatan psikologis untuk menunjang keberhasilan menjalankan suatu bisnis. Kesabaran merupakan modal psikologis wirausahawan untuk tetap membangun dan mengembangkan bisnisnya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya peran suatu variabel yang dapat memengaruhi kesabaran, di mana optimisme adalah salah satu variabel yang memengaruhi kesabaran. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel optimisme terhadap kesabaran, yang nantinya optimisme tersebut dapat diimplementasikan pada diri wirausahawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan melibatkan 150 mahasiswa/i JABODETABEK yang berbisnis di bidang kuliner. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai R Square sebesar .430 yang berarti terdapat pengaruh optimisme terhadap kesabaran sebesar 43%. Hal tersebut tergambar melalui analisis deskriptif bahwa responden memiliki tingkat optimisme (72%) dan kesabaran (74,7%) kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimisme berpengaruh terhadap kesabaran. Optimisme yang tinggi juga akan memengaruhi tingginya kesabaran pebisnis kuliner. Sehingga hasil dari penelitian ini lebih khusus menyarankan mahasiswa pebisnis kuliner untuk meningkatkan optimismenya, dengan harapan kesabarannya turut meningkat dalam memperoleh keberhasilan berbisnis.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15693/1/FPSI_PSIKOLOGI_1708015035_SITI%20HABIBAH.pdf

Unduh!

Modifikasi Brownies dengan Tepung Jangkau (Jagung dan Kacang Hijau) sebagai Makanan Tambahan Sumber Protein dan Non Gluten

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15692/

Modifikasi Brownies dengan Tepung Jangkau (Jagung dan Kacang Hijau) sebagai Makanan Tambahan Sumber Protein dan Non Gluten

Anggraini, Putri Dwi Kasih

Keberadaan tepung terigu sudah melekat dalam industri pengolahan pangan. Sementara bahan dari tepung terigu yaitu gandum sulit dikembangkan di Indonesia sehingga hampir seluruh permintaan dipenuhi dari impor. Oleh karena itu, diperlukan menjaga produk gandum supaya tetap elastis dan tidak menimbulkan ketergantungan impor yang dapat merugikan neraca perdagangan dan mengganggu ketahanan pangan. Pemanfaatan jagung dan kacang hijau menjadi olahan makanan yang berbasis tepung non terigu dapat meningkatkan daya guna bahan pangan lokal dengan memiliki keunggulan kandungan protein yang tinggi serta bebas gluten sehingga dapat ditujukan bagi penderita alergi gluten. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui modifikasi brownies
tepung jangkau (jagung dan kacang hijau) sebagai makanan tambahan sumber protein dan non gluten yang dapat diterima dan paling disukai oleh panelis.Objek penelitian ini adalah brownies tepung jangkau (jagung dan kacang hijau) dengan menggunakan formulasi tepung jagung dan tepung kacang hijau 1:1, 1:2, dan 1:3. Brownies tepung jangkau tersebut dilakukan uji organoleptik
dan analisis protein. Berdasarkan uji organoleptik, didapatkan hasil penelitian bahwa perbandingan brownies tepung jangkau 1:3 (1 tepung jagung : 3 tepung kacang hijau) merupakan formulasi perlakuan terbaik yang memiliki karakteristik warna, aroma, rasa, dan tekstur yang dapat diterima dan disukai oleh panelis dengan skor 3,72 (suka). Data yang diperoleh dari uji organoleptik dianalisis menggunakan uji statistik Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan diuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test. Adapun kandungan protein brownies perlakuan terbaik dilakukan analisis menggunakan metode kjhedahl. Hasil yang diperoleh adalah brownies tepung jangkau (jagung dan kacang hijau) memiliki kadar protein sebesar 7,61 % sementara protein pada brownies tepung terigu sebesar 5,82 %.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15692/1/FIKES_GIZI_1405027003_PUTRI%20DWI%20KASIH%20ANGGRAINI.pdf

Unduh!

Berbedakah Motivasi Beragama Kelompok Aksi Bela Islam 212 Dengan Kelompok Non Aksi Bela Islam 212?

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15691/

Berbedakah Motivasi Beragama Kelompok Aksi Bela Islam 212 Dengan Kelompok Non Aksi Bela Islam 212?

Ramadani, Gessike Putri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelompok Aksi Bela Islam 212 memiliki motivasi agama yang berbeda dengan kelompok non Aksi Bela Islam 212. Motivasi beragama dalam hal ini dilihat dari orientasi beragama dan internalisasi Agama. Orientasi agama yang dimaksud adalah kecenderungan mengenai asal dari motif yang mendasari perilaku beragama seseorang. Dalam hal ini apakah berorientasi intrinsik (didasari oleh agama dan ajaran agama tersebut), atau berorientasi ekstrinsik (didasari oleh motif pribadi individu, agama sebagai alat mencapai tujuan). Alat ukur yang digunakan adalah Religioius Orientation Scale (ROS). Internalisasi agama adalah mengenai sejauh mana ajaran agama diadopsi oleh individu menjadi bagian dari dirinya. Alat ukur menggunakan skala Internalisasi Agama. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. 50 orang kelompok Aksi Bela Islam 212 dan 50 orang non kelompok Aksi Bela Islam.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam orientasi beragama pada kelompok non-Aksi Bela Islam 212 (p=,001<,05), yaitu kelompok non-Aksi Bela Islam 212 berorientasi intrinsik, Sementara kelompok Aksi Bela Islam 212 tidak ada perbedaan antara orientasi intrisik dan ekstrinsik. Hasil dari pengukuran Internalisasi Agama menunjukan bahwa secara umum internalisasi atau pengapdosian agama lebih dilihat pada kelompok non Aksi Bela Islam 212 dibanding Aksi Bela Islam 212. Tetapi, bila dilihat lebih jauh dari tipe internalisasi agama perbedaan juga terlihat yaitu: Kelompok Aksi Bela Islam 212 cenderung lebih independent dalam menjadikan nilai Agama menjadi bagian dari dirinya. Sementara pada kelompok Aksi Bela Islam 212 tidak ada perbedaan antara tingkat independensi dengan pengaruh dari faktor luar diri dalam proses mengadopsi nilai-nilai Agama. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15691/1/FPSI_PSIKOLOGI_1508015047_GESSIKE%20PUTRI%20RAMADANI.pdf Unduh!

Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis di Kabupaten Bekasi

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15690/

Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis di Kabupaten Bekasi

Nursihhah, Meliana

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut bertujuan untuk menanggulangi masalah KEK ibu hamil serta tercapainya peningkatan status gizi yang baik pada ibu hamil.. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar dampak yang dihasilkan dari program PMT terhadap ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil kekurangan Energi Kronis yang dilihat berdasarkan penambahan berat badan dan penambahan LILA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian quasi eksperimen. Data-data yang dikumpulkan adalah data tentang penambahan berat badan dan penambahan LILA pada ibu hamil dengan uji statistik paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penambahan berat badan dan penambahan LILA pada pengukuran awal sebelum dan setelah diberikan PMT dengan nilai p sebesar p=0.000. Sedangkan untuk efektifitas program PMT ibu hamil KEK tidak efektif dengan prosentase ≤50%. Dari penelitian ini disarankan untuk dilakukannya pengawasan program PMT terutama dalam melihat konsumsi PMT, dan waktu penelitian dapat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan sehingga dapat tergambar secara lebih aktual program PMT ibu hamil KEK yang terjadi di lapangan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15690/1/FIKES_GIZI_1405027001_MELIANA%20NURSIHHAH.pdf

Unduh!

Hubungan Konsumsi Sayur Dan Buah Terhadap Lancarnya Buang Air Besar (BAB) Murid Kelas 4-5 SDN Cipinang Cempedak 04 Pagi Di Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15689/

Hubungan Konsumsi Sayur Dan Buah Terhadap Lancarnya Buang Air Besar (BAB) Murid Kelas 4-5 SDN Cipinang Cempedak 04 Pagi Di Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.

Fadhlunnisa, Fadhlunnisa

Salah satu pangan yang mengandung zat gizi adalah sayur dan buah. Sayuran merupakan salah satu bahan yang berasal dari tumbuhan yang banyak yang mengandung zat gizi seperti vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral diperlukan oleh tubuh untuk mengatur proses tubuh. Sedangkan buah identik dengan bahan pangan yang dapat di makan mentah atau tanpa di olah dahulu. Dalam keseharian, buah seringkali dianggap sebagai pencuci mulut, karena biasanya orang akan menyantap buah setelah selesai makan. Mengonsumsi sayur dan buah dengan porsi tertentu dalam waktu tertentu adalah di anjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap lancarnya buang air besar (BAB). Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas 4 dan 5 sebanyak 94 responden. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan anak tentang sayur dan buah, konsumsi buah, besar porsi sayur dengan frekuensi buang air besar. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi sayur dan besar porsi buah dengan frekuensi buang air besar.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15689/1/FIKES_GIZI_1305027009_FADHLUNNISA.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Sisa Makanan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Ananda Bekasi Tahun 2015

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15688/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Sisa Makanan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Ananda Bekasi Tahun 2015

Fadhillah, Fahmia Nurul

Sisa makanan adalah volume atau persentase makanan yang tidak habis termakan dan dibuang sebagai sampah dan dapat digunakan untuk mengukur efektivitas menu. Jika sisa makanan masih dibiarkan, maka dalam jangka waktu yang lama akan mempengaruhi status gizi pasien yang kemudian dapat menimbulkan terjadinya malnutrisi dan adanya biaya yang terbuang pada sisa makanan akan mengakibatkan anggaran gizi kurang efisien sehingga akan berdampak terhadap anggaran persediaan bahan makanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan lunak pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 58 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Ananda Bekasi yang berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Teknik analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chisquare. Data disajikan dalam analisa p-value, dan 95% derajat kepercayaan (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan, gangguan pencernaan, variasi menu, makanan dari luar RS, penampilan makanan, dan rasa makanan terhadap terjadinya sisa makanan lunak pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Oleh karena itu, perlu mengetahui faktor-faktor lain yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan lunak pada pasien rawat inap, untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi di Rumah Sakit Ananda Bekasi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15688/1/FIKES_GIZI_1305027002_FAHMIA%20NURUL%20FADHILLAH.pdf

Unduh!

Self-regulated learning and problem-solving ability of elementary school students in fraction during online learning

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15687/

Self-regulated learning and problem-solving ability of elementary school students in fraction during online learning

Alyani, Fitri

Online learning for students requires high self-regulated learning to maximize problem-solving skills, especially in fractional material. However, elementary school students have not widely seen self-regulated learning and problem-solving abilities. Therefore, this study aimed to determine the relationship between self-regulated learning and problem-solving skills, especially on fractions in online learning in fifth-grade elementary school. This research is included in a quantitative study that uses a sample of fifth-grade students in an elementary school in Depok City. A sample of 122 students (N = 67 female, N = 55 male) was obtained using a non-probability sampling technique. Data collection techniques were carried out through the distribution of a self-regulated learning questionnaire with as many as 29 statements and a problem-solving ability test instrument with as many as eight questions. The data obtained were measured and analyzed using Rasch modeling and assisted by Winsteps software version 4.4.2. Furthermore, the correlation and Effect Size tests were carried out to determine the relationship and influence between variables. The results showed a significant and interrelated relationship between self-regulated learning and problem-solving ability. In other words, the higher the quality of independence in students, the higher the quality of problem-solving abilities they have, and vice versa. That way, it can encourage students to maximize self-regulated learning when learning online to help improve problem-solving skills in learning.
Keywords: fractions; online learning; problem-solving ability; self-regulated learning

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15687/1/5708-20097-2-PB.pdf

Unduh!

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pasca Tsunami Selat Sunda di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15684/

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pasca Tsunami Selat Sunda di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang

Putri, Andini Maulida

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pasca tsunami Selat Sunda di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga yang ada di Kecamatan Carita. Banyaknya sampel pada penelitian ini didapat berdasarkan populasi terjangkau yaitu sebanyak 456 KK, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah 82 KK. Penetapan lokasi sampling menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis hasil data menggunakan analisis indeks berdasarkan parameter yang digunakan yaitu Pengetahuan dan sikap (KA), rencana tanggap darurat (EP), sistem peringatan dini (WS), dan mobilisasi sumber daya (RMC). Dari perhitungan angka indeks per paramater, selanjutnya mengukur tingkat kesiapsiagaan dengan rumus sebagai berikut : Indek gabungan ditimbang = (0,45×KA) + (0,35×EP) + (0,15×RMC) + (0,05×WS). Hasil penelitian diketahui bahwa, pengetahuan dan sikap masyarakat mempunyai nilai indeks sebesar 60 termasuk dalam kategori hampir siap, Rencana tanggap darurat mempunyai nilai indeks sebesar 70 termasuk kedalam kategori siap. Sistem peringatan dini mempunyai nilai indeks sebesar 60 termasuk kedalam kategori hampir siap, Serta mobilisasi sumber daya mempunyai nilai indeks sebesar 51 termasuk kedalam kategori kurang siap. Berdasarkan hasil pembahasan dari perhitungan nilai indeks per parameter, kemudian dihitung kembali menggunakan perhitungan indeks gabungan ditimbang yang berfungsi untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat, didapat nilai indeks sebesar 62. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tsunami di Kecamatan Carita termasuk dalam kategori hampir siap.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15684/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1601095027_ANDINI%20PUTRI%20MAULIDIA.pdf

Unduh!