Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Unsafe Action pada Pekerja Lapangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Proyek Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15741/

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Unsafe Action pada Pekerja Lapangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Proyek Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Tahun 2017

Wicaksono, Aji Bayu

Unsafe action adalah segala tindakan menyimpang yang dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan kerja. Heinrich (1980) memperkirakan bahwa sekitar 85% kecelakaan kerja terjadi akibat unsafe action atau perilaku tidak aman yang dilakukan oleh pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan unsafe action pada pekerja lapangan PT. Adhi Karya (persero) Tbk Proyek Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan instrumen wawancara menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja lapangan PT. Adhi Karya (persero) Tbk pada Proyek Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, berjumlah 688. Responden yang dijadikan sampel pada penelitian ini berjumlah 120. Analisi yang digunakan pada
penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Data dianalisis dengan uji statistik Chi Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara masa kerja dengan unsafe action dengan nilai Pvalue (0,000), pengetahuan dengan unsafe action dengan nilai Pvalue (0,046), pelatihan dengan unsafe action dengan nilai Pvalue (0,000) dan pemberian sanksi dengan unsafe action dengan nilai Pvalue (0,047), sedangkan tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, sikap, ketersediaan APD dan pengawasan dengan unsafe action. Saran dari penelitian ini adalah lebih mengutamakan pekerja yang berpengalaman dalam bidangnya dan memiliki jam terbang tinggi dari pada pekerja baru, mengadakan sosialisasi atau pelatihan rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja, serta pemberian sanksi yang tegas kepada para pekerja yang melanggar untuk mencegah terjadinya unsafe action terulang kembali.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15741/1/FIKES_KESMAS_1305015011_AJI%20BAYU%20WICAKSONO.pdf

Unduh!

Hubungan Tingkat Pendidikan, Proporsi Pengeluaran Pangan, Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Vitamin A dengan Status Gizi Penderita TB Paru pada Fase Lanjutan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15740/

Hubungan Tingkat Pendidikan, Proporsi Pengeluaran Pangan, Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Vitamin A dengan Status Gizi Penderita TB Paru pada Fase Lanjutan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru

Kurniawati, Linda

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Keberhasilan pengobatan penderita TB Paru dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keteraturan berobat, lama pengobatan, pengawas minum obat (PMO), dan status gizi. Beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi pada pasien TB paru adalah tingkat kecukupan energi, karbohidrat, protein, tingkat pendidikan, ketahanan pangan, dan infeksi TB dengan HIV dan DM. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan, proporsi pengeluaran pangan, asupan energi, zat gizi makro, dan vitamin A dengan status gizi penderita TB Paru pada fase lanjutan di Puskesmas Kebayoran Baru. Rancangan penelitian adalah cross sectional yang dilakukan pada 44 penderita TB Paru pada fase lanjutan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru pada bulan Agustus 2018. Pemilihan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara proporsi pengeluaran pangan (p=0,04), asupan energi (p=0,00), protein (p=0,00), lemak (p=0,00), karbohidrat (p=0,00), dan vitamin A (p=0,00) dengan status gizi penderita TB Paru pada fase lanjutan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan asupan vitamin A dengan status gizi penderita TB Paru pada fase lanjutan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15740/1/FIKES_GIZI_%201405025065%20_LINDA%20KURNIAWATI.pdf

Unduh!

Representasi Citra Perempuan Dalam Iklan Vaseline #STEPOUT Di Media Sosial Youtube (Analisis Semiotika Charles S. Peirce)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15739/

Representasi Citra Perempuan Dalam Iklan Vaseline #STEPOUT Di Media Sosial Youtube (Analisis Semiotika Charles S. Peirce)

Fitryani, Bunga Indah

Iklan adalah suatu pesan tentang barang/jasa (produk) yang dibuat oleh perusahaan yang disampaikan lewat media dan di tujukan kepada masyarakat. Perempuan adalah sosok yang sering muncul dalam iklan. Perempuan dalam iklan umumnya diposisikan sebagai sosok yang lemah, feminine, memikat, ketergantungan dsb. Terpaan iklan yang menggambarkan perempuan sebagai sosok-sosok tersebut tidak disadari membentuk sebuah stereotip tersendiri bahwa perempuan haruslah berperilaku sama seperti dengan perempuan yang ditampilkan dalam iklan. Akhirnya stereotip tersebut menghambat perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini analisis semiotika Charles S. Peirce yang mengkategorikan tipe tanda menjadi ikon, indeks dan simbol untuk mengetahui maknanya. Penelitian ini mengkaji representasi perempuan yang dibentuk dalam iklan Vaseline #STEPOUT. Hal yang menarik perhatian peneliti adalah bahwa citra perempuan dibentuk secara berbeda dibandingkan produk kecantikan yang beredar. Untuk menganalisis kasus di atas, peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari studi kepustakaan, artikel, situs online, serta informasi dari narasumber (wawancara). Tujuannya untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimana representasi citra perempuan dalam sebuah iklan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pembentukan citra dalam iklan tersebut. Kesimpulan penelitian ini bahwa representasi citra perempuan dalam iklan Vaseline yaitu sosok perempuan yang berani, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Itu semua ditampilkan dengan ikon, indeks dan simbol yang sudah dianalisis peneliti dan bermakna citra perempuan dengan keberanian, ketangguhan, percaya diri, tidak mudah menyerah seorang pilot perempuan Yora.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15739/1/FISIP_ILKOM_%20BUNGA%20INDAH%20FITRYANI_%201406015155.pdf

Unduh!

GIZI KLINIK KOMPREHENSIF Kajian Integratif Ilmu Gizi dan Islam

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15736/

GIZI KLINIK KOMPREHENSIF
Kajian Integratif Ilmu Gizi dan Islam

Leni Marlena, Leni

Al Qur’an itu datang dan diciptakan untuk umat manusia dari zaman dulu hingga masa
depan tanpa terkecuali. Adanya perkembangan ilmu gizi dari waktu ke waktu
merupakan hal yang tidak pernah lepas dari Al Qur’an sebagai pedoman. Bahkan kata
gizi tidak lain, lahir dari bahasa Arab, yang ia tidak mungkin pula berkembang kecuali
dari rahim para Ilmuan muslim.
Mata kuliah ini disusun untuk mencapai kompetensi utama seorang nurisionis dalam
bidang gizi klinik. Metode pembelajaran berupa ceramah, tutorial dan praktik langsung
pelaksanaan aushan gizi pada pasien dengan berbagai penyakit
Gizi Klinik Komprehenshif merupakan mata kuliah yang bersifat komprehenshif karena
berisi tata laksana gizi klinik untuk berbagai penyakit melalui proses Asuhan Gizi
Terstandar (PAGT) yang dikaji secara terintegrasi antara ilmu gizi dan kajian Islam.
Harapannya adalah mahasiswa mampu menerapkan aspek-aspek yang berhubungan
dengan penampilan, sikap dan perilaku sesuai dengan konsep Islam, serta sesuai peran,
fungsi dan kompetensi seorang nutrisionis.
Adapun capaian pembelajaran mata kuliah ini diantaranya adalah :
a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian gizi secara langsung kepada pasien
menggunakan berbagai metode ilmiah dengan menerapkan nilai ajaran Islam
1) Pengkajian antropometri
2) Pengkajian Asupan Makan
3) Pengkajian perilaku
b. Mahasiswa mampu menentukan masalah/diagnosa gizi individu
c. Mahasiswa mampu menyusun rencana intervensi yang tidak bertentangan dengan
prinsip-prinsip Islam
d. Mahasiswa mampu menyusun rencana monitoring dan evaluas

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15736/1/Buku%20Ajar.pdf

Unduh!