Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15844/

Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur

Zahara, Dessi Jamila

Karies Gigi Dapat Menimbulkan Gangguan Fungsi Mengunyah Sehingga Dapat Menyebabkan Terganggunya Penyerapan Dan Pencernaan Makanan. Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dipengaruhi Diantaranya Oleh Sikap Dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Dan Pola Makan. Kota Bekasi Termasuk Salah Satu Kota Di Jawa Barat Yang Tinggi Angka Prevalensi Kasus Gigi Karies Dimana Di Dalamnya Membawahi 31 Puskesmas. Berdasarkan Survei Pendahuluan Ditemukan Kasus Karies Gigi Pada Anak 7-11 Tahun Yang Perlu Perawatan Gigi, Karies Gigi Terbesar Berada Di Puskesmas Aren Jaya Bekasi Timur Yang Mencapai 3.940 Kasus. Tujuan Dari Penelitian Ini Yaitu Untuk Mengetahui Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 Di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Deskriptif Dengan Menggunakan Desain Penelitian Cross Sectional Dengan Jumlah Sampel 74 Murid Yang Diperoleh Dengan Teknik Random Sampling. Data Yang Diperoleh Dianalisis Dengan Menggunakan Statistik Uji Chi- Square Dengan Derajat Kemaknaan ( A = 0,05 ). Hasil Penelitian Menunjukkan Tidak Ada Hubungan Antara Sikap Kesehatan Gigi Dengan Karies Gigi (P- Value=0.422) Di Sekolah Dasar Negeri Aren Jaya XVIII Bekasi Timur. Adanya Hubungan Antara Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut (P-Value=0.000) Dan Pola Makan (P-Value=0.000) Dengan Karies Gigi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Aren Jaya XVIII Bekasi Timur.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15844/1/FIKES_GIZI_%201405025029_DESSI%20JAMILA%20ZAHARA.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Siswa Dalam Penggunaan Apd Dalam Blk Las Dan Mesin Bubut Smk Muhammadiyah I Cileungsi Bogor Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15843/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Siswa Dalam Penggunaan Apd Dalam Blk Las Dan Mesin Bubut Smk Muhammadiyah I Cileungsi Bogor Tahun 2017

Umam, Muhamad Khairul

Pengunaan APD yang merupakan tahap akhir dari pengendalian bahaya dari pengendalain yang lain seperti eliminasi subsitusi, engineering dan administratif manfaat dari penggunaan APD saat melakuakn praktik sangat besar dalam pencegahan resiko kecekaan pada pada siswa yang melakukan praktik. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang di teliti yakni sikap ketersedian pengawasan hukuman dan penghargaan. Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan hasil wawancara kuesioner dan data sekunder bersumber dari bagian administratif berupa daftar absen siswa populasi dalam penelitian ini adalah 250 siswa yang akan melakukan. Jumalh sempel praktik 62 pada las dan mesin bubut 155 teknik pengembilan sampel praktik metode random sampling dengan cara melakukan kocok pada absensi siswa yang masuk untuk menjadi responden analisis yang digunakan adalah univaraiat dan bivariat. Hasil uji Univariat menujukan proporsi siswa las dan mesin bubut sebagaian besar adalah sikap untuk las 71.0% untuk bubut 67.1% ketersedian untuk las 44.4% untuk bubut 52.4% pengawasam untuk las 55.6% untuk bubut 65.9% hukuman untuk las 67.1% untuk bubut 65.9% sedangkan penghargaan 45.9% untuk bubut 76.8%. Hasil bivariat menunjukan variabel yang berhubungan sikap untuk las (P-value 0.02) (untuk bubut P-value 0.00) dan pengawasan (Pvalue 0.05) sedangkan variabel tidak berhubungan ketersedaian untuk las(P-value 0.321) untuk bubut(P-value 0.769) pengewasan untuk bubut (P-value 0.197) hukuman untuk las (P-value 0.316) untuk bubut (P-value 0. 891) penghargaan (Pvalue 0.277) untuk las untuk bubut (P-value 0.88) Berdasarkan hasil penelitian agar siswa SMK Muhammadiyah I Cileungi perlu di tingkatkan sikap disiplin dan membuat aturan yang lebih jelas pada penggunaan APD, dan dapat di sosiliasikan kepada seluh siswa.Pengunaan APD yang merupakan tahap akhir dari pengendalian bahaya dari pengendalain yang lain seperti eliminasi subsitusi, engineering dan administratif manfaat dari penggunaan APD saat melakuakn praktik sangat besar dalam pencegahan resiko kecekaan pada pada siswa yang melakukan praktik. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang di teliti yakni sikap ketersedian pengawasan hukuman dan penghargaan. Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan hasil wawancara kuesioner dan data sekunder bersumber dari bagian administratif berupa daftar absen siswa populasi dalam penelitian ini adalah 250 siswa yang akan melakukan. Jumalh sempel praktik 62 pada las dan mesin bubut 155 teknik pengembilan sampel praktik metode random sampling dengan cara melakukan kocok pada absensi siswa yang masuk untuk menjadi responden analisis yang digunakan adalah univaraiat dan bivariat. Hasil uji Univariat menujukan proporsi siswa las dan mesin bubut sebagaian besar adalah sikap untuk las 71.0% untuk bubut 67.1% ketersedian untuk las 44.4% untuk bubut 52.4% pengawasam untuk las 55.6% untuk bubut 65.9% hukuman untuk las 67.1% untuk bubut 65.9% sedangkan penghargaan 45.9% untuk bubut 76.8%. Hasil bivariat menunjukan variabel yang berhubungan sikap untuk las (P-value 0.02) (untuk bubut P-value 0.00) dan pengawasan (Pvalue 0.05) sedangkan variabel tidak berhubungan ketersedaian untuk las(P-value 0.321) untuk bubut(P-value 0.769) pengewasan untuk bubut (P-value 0.197) hukuman untuk las (P-value 0.316) untuk bubut (P-value 0. 891) penghargaan (Pvalue 0.277) untuk las untuk bubut (P-value 0.88) Berdasarkan hasil penelitian agar siswa SMK Muhammadiyah I Cileungi perlu di tingkatkan sikap disiplin dan membuat aturan yang lebih jelas pada penggunaan APD, dan dapat di sosiliasikan kepada seluh siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15843/1/FIKES_KESMAS_1305017032_MUHAMAD%20KHAIRUL%20UMAM.pdf

Unduh!

Pembuatan Sari Kacang Kedelai dengan Sari Jambu Biji Merah dan Asam Askorbat Sebagai Sumber Zat Besi untuk Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15842/

Pembuatan Sari Kacang Kedelai dengan Sari Jambu Biji Merah dan Asam Askorbat Sebagai Sumber Zat Besi untuk Remaja

Jamzani, Denny

Kacang Kedelai Adalah Tanaman Pangan Lokal Yang Pemanfaatanya Belum Optimal. Salah Satu Usaha Yang Dilakukan Adalaha Diversifikasi Produk Olahan Menjadi Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah. Tujuan Penelitian Ini Adalah Menghasilkan Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Sumber Zat Besi. Penelitian Ini Menggunakan Rancangan Percobaan Acak Lengkap Satu Variabel. Perbandingan Sari Kacang Kedelai Dan Sari Jambu Biji Merah Dilakukan Dengan Tiga Taraf (60:40, 70:30, Dan 80:20). Analisis Terhadap Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Meliputi Pengukuran Kadar Air, Kadar Abu, Karbohidrat, Protein, Lemak Dan Zat Besi. Penentuan Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Terbaik Menggunakan Uji Hedonik Dengan Panelis Agak Terlatih. Data Hasil Ditabulasikan Dan Diolah Menggunakan Uji Analisis Varian Satu Arah Atau (One Way ANOVA). Bila Berpengaruh Nyata (Α<0.05) Dilanjutkan Dengan Uji Duncan. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penambahan Air Dalam Pembuatan Sari Kacang Kedelai Terbaik Yaitu 500ml/100 Gram Kacang Kedelai Dan Penambahan Air Dalam Pembuatan Sari Jambu Biji Merah Terbaik Yaitu 250ml/100 Gram Jambu Biji Merah. Hasil Uji Sidik Ragam Penambahan Sari Jambu Biji Merah Dapat Memberikan Pengaruh Nyata Terhadap Mutu Aroma, Mutu Rasa, Mutu Kekentalan Dan Mutu Warna Sari Kedelai. Hasil Uji Sidik Ragam Untuk Uji Hedonik Penambahan Sari Kelapa Sawit Memberikan Pengaruh Nyata Terhadap Kesukaan Aroma, Rasa, Kekentalan Dan Warna Sari Kdelai. Formula Terbaik Adalah Sari Kedelai Dengan Formula 3 (80:20) Yang Memiliki Nilai Rata-Rata Uji Hedonik Dan Mutu Hedonik Tertinggi Yaitu 3,14. Sari Kedelai Terbaik Dengan Takaran Saji 100 Ml Memiliki Kandungan Energy 125,3 Kkal, Lemak 2,14 Gram, Protein 3,76 Gram, Karbohidrat 22,75 Gram Dan Zat Besi 1,85 Mg Per Takaran Saji. Analisis Biaya Sari Kedelai Pertakaran Saji 100 Gram Seharga Rp 458,3 Atau Bila Dibulatkan Rp 500. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15842/1/FIKES_GIZI_%201405025024_%20DENNY%20JAMZANI.pdf Unduh!

Peran Pendidik Sebaya Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Potong Kuku Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15841/

Peran Pendidik Sebaya Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Potong Kuku Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017

Kardilah, Siti

Pendidikan sebaya dapat memberikan tekanan atau pengaruh terhadap perilaku sehat dan lebih praktis dibandingkan dengan pengajaran yang diterangkan dalam kurikulum kesehatan. Penyuluhan potong kuku dan cuci tangan pakai sabun oleh pendidik sebaya memegang peranan penting di Sekolah terutama untuk meningkatkan kesadaran anak dalam menjaga kebersihan kuku dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidik sebaya terhadap praktik potong kuku dan cuci tangan pakai sabun di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-eksperimental dan jenis rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pelajar yang duduk di kelas V yang berjumlah 35 anak. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 35 responden dengan teknik sampling jenuh. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan 29 siswa sebagai responden dan 5 siswa sebagai pendidik sebaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat (Uji T. Test (Paired sample t. test), dan Uji Wilcoxon Match Pairs Test). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan potong kuku dan cuci tangan pakai sabun yaitu, rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan informasi oleh pendidik sebaya (pretest) sebesar 6,69 naik menjadi 8,55 setelah diberikan informasi oleh pendidik sebaya (posttest) dengan nilai signifikan diperoleh (Pvalue 0,000) dan terjadi peningkatan skor praktik potong kuku dan cuci tangan pakai sabun yaitu, rata-rata skor praktik pada saat pretest 17,45 naik menjadi 18,66 pada saat posttest dengan nilai signifikan diperoleh (Pvalue 0,043). Saran pada penelitian ini adalah hendaknya pihak sekolah dan petugas kesehatan setempat mengaktifkan program UKS dalam upaya promotif dan preventif berupa pemberian informasi tentang kebersihan kuku dan kebiasaan cuci tangan dan pemeriksaan umum kesehatan secara rutin.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15841/1/FIKES_KESMAS_1305015171_SITI%20KARDILAH.pdf

Unduh!

Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemberian ASI Sebelum dan Sesudah Intervensi oleh AIMI pada Ibu di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15840/

Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemberian ASI Sebelum dan Sesudah Intervensi oleh AIMI pada Ibu di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang

Rosmiyati, Cucu

Tingkat menyusui eksklusif di Indonesia masih rendah. Perhitungan persentase ASI yang terbaru berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, keberhasilan pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 54,3%. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2015 sebesar 55,7%, sedangkan Jawa Barat berada di bawah angka nasional yaitu 35,3%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap gizi ibu rendah merupakan penyebab rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku pemberian ASI eksklusif sebelum dan sesudah intervensi dari komunitas Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yaitu dengan sosialisASI menyusui. Sampel adalah 38 ibu yang memiliki bayi usia <6 bulan di Desa Tonjong Kecamatan Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat yang dipilih dengan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Kegiatan intervensi dilakukan dengan media berupa materi yang dibuat dengan powerpoint. Analisis data yang digunakan adalah Paired Sample T-Test dan Wilcoxon untuk melihat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi antara variabel pengetahuan, sikap dan perilaku. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan rerata pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sebelum dan sesudah intervensi (p-value <0.05) http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15840/1/FIKES_GIZI_%201405025023_%20CUCU%20ROSMIYATI.pdf Unduh!

Pelaksanaan Pencatatan Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15839/

Pelaksanaan Pencatatan Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2017

Alwiyandari, Murtiani

Pencatatan rekam medis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencatat segala bentuk pelayanan yang telah diberikan kepada pasien baik pasien rawat inap, rawat jalan, maupun pasien IGD. Adanya kegiatan pencatatan rekam medis pasien tidak terlepas dengan adanya kebijakankebijakan atau peraturan yang menjadi landasan penyelenggaraan rekam medis rumah sakit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan pancatatan rekam medis di RSUD Pasar Minggu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi dalam pengumpulan data kepada infroman. Pengolahan data dengan matriks dan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber, dengan menggali infromasi dari berbagai sumber yang dilakukan di RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan. Secara pelaksanaan, prosedur sudah dimiliki oleh RSUD Pasar Minggu, kebijakan yang melandasi prosedur adalah Permenkes No.269 Tahun 2008 dan Keputusan Direktur RSUD Pasar Minggu No.1039. Pengetahuan tenaga medis di RSUD Pasar Minggu termasuk memiliki bekal pengetahuan yang cukup baik. Pengorganisasian dan pembinaan yang dilakukan sangat mendukung penyelenggaraan rekam medis dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diadakan minimal satu kali dalam setahun. Kepemilikan dan pemanfaatan, kerahasiaan rekam medis di RSUD Pasar Minggu mengikuti tata cara penyelenggaraan rekam medis pada Permenkes No.269 Tahun 2008. Dari hasil penelitian didapat jika pelaksanaan pencatatan rekam medis sudah mengikuti ketentuan yang berlaku, namun masih ada yang mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan pencatatan dan masih ada hambatan yang harus dilakukan perbaikan untuk kelancaran penyelenggaraan rekam medis dengan melengkapi kajian yang masih belum lengkap.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15839/1/FIKES_KESMAS_1305015170_MURTIANI%20ALWIYANDARI.pdf

Unduh!

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur pada Siswa Siswi Kelas X dan XI SMA Negeri 6 Kota Tangerang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15838/

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur
pada Siswa Siswi Kelas X dan XI SMA Negeri 6 Kota Tangerang

Riyany, Cindy Ulfiyatur

Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Remaja Masih Sangat Minim Dan Masih Banyak Yang Belum Sesuai Rekomendasi. Menurut Pedoman Gizi Seimbang (2014) Bagi Remaja Dianjurkan Untuk Mengkosumsi Buah Dan Sayur Sebanyak 300-400 Gram Yang Terdiri Dari 250 Gram Sayur Dan 150 Gram Buah. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Siswa Kelas X Dan XI SMA Negeri 6 Kota Tangerang Tahun 2018. Desain Penelitian Ini Mengguanakan Studi Cross Sectional. Sampel Penelitian Sebanyak 87 Siswa/Siswi Yang Diperoleh Secara Acak Proporsional. Variabel Dependen Yang Diteliti Yaitu Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Sedangkan Variabel Independen Yang Diteliti Antara Lain Jenis Kelamin, Sikap, Pengetahuan Gizi, Pengaruh Teman Sebaya, Ketersedeiaan Buah Dan Sayur Di Rumah, Uang Ajajan, DanMKeterpaparan Media Massa. Data Dikumpulkan Melalui Pengisian Kuesioner Dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil Penelitian Ini Menunjukkan Variabel Yang Berhubungan Dengan Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Adalah Variabel Pengetahuan Gizi (P-Value 0,041). Adanya Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Konsumsi Buah Dan Sayur. Siswa Yang Berpengetahuan Gizi Baik Cenderung Untuk Mengonsumsi Sayur Dan Buah Secara Cukup Dibandingkan Dengan Siswa Yang Berpengetahuan Gizi Kurang.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15838/1/FIKES_GIZI_1405025021%20_CINDY%20ULFIYATUR%20RIYANY.pdf

Unduh!

Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an di SMP Islam Arraudhoh

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15837/

Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an di SMP Islam Arraudhoh

rahmanto, arifin

Penilitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam mengatasi
kesulitan membaca Al-Qur’an di SMP Islam Arraudhoh. Guru PAI memiliki peran
yang sangat penting dalam pembelajaran Al-Qur’an, sebab itu guru PAI harus
memperhatikan siswa khususnya memberikan perhatian lebih kepada siswa
yang masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dan alat pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Informan dalam penelitian ini adalah guru PAI dan murid yang dipilih untuk
wawancara secara mendalam dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang
dibutuhkan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian didapatkan ada sekitar 15
murid dari 49 siswa yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an di
kelas IX SMP Islam Arraudhoh, dan guru PAI sudah melakukan peran dengan
sebaik-baiknya seperti, pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum mulai
pembelajaran, bekerja sama dengan guru lain, mengadakan les tambahan
membaca Al-Qur’an setelah pulang sekolah, dan juga dengan menggunakan
metode mengajar iqra, ceramah, klasikal dan privat dalam pembelajaran.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15837/1/jurnal%20JPI_M.ARIFIN.pdf

Unduh!

Pengolahan Air Laut Menjadi Air Tawar Dengan Destilasi Tenaga Surya Di Desa Margagiri Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15836/

Pengolahan Air Laut Menjadi Air Tawar Dengan Destilasi Tenaga Surya Di Desa Margagiri Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Tahun 2017

Kusumawati, Yulia

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia akan air semakin bertambah namun ketersediaannya semakin terbatas, hal ini diperparah dengan kondisi lingkungan yang semakin buruk sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan air bersih, khususnya daerah pesisir dan pulau kecil. Tujuan umum penelitian adalah mengetahui pengolahan air laut menjadi air bersih dengan destilasi tenaga surya di Desa Margagiri Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang tahun 2017.
Penelitian ini mengggunakan metode eksperimen dengan desain pre-eksperimen menggunakan bentuk one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah air laut dari Pantai Karoeng Kabupaten Pandeglang sebanyak 20 liter yang diambil dengan cara acak (random sampling). Dalam penelitian ini ditinjau mengenai proses pengolahan, kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan, pengaruh perlakuan dan tingkat keberhasilan, serta kuantitas air sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air setelah 7 jam pengolahan air laut dengan destilasi tenaga surya diperoleh air bersih yang memenuhi syarat baku mutu air bersih berdasarkan PERMENKES RI No 32 Tahun 2017 pada parameter rasa, bau, warna, TDS, pH, dan salinitas.. Pengaruh perlakuan terbesar terjadi pada TDS (37.421 mg/L) dan tingkat keberhasilan penurunan parameter terbaik pada rasa dan bau (100%) serta salinitas (99,61%). Kuantiats air bersih yang dihasilkan sebanyak 2950 ml. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dan inovasi alat destilasi agar kinerja alat destilasi yang digunakan dalam proses pengolahan
menghasilkan kualitas dan kuantitas air yang lebih maksimal.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15836/1/FIKES_KESMAS_1305015163_YULIA%20KUSUMAWATI.pdf

Unduh!