Hubungan Pola Makan dan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Status Gizi Balita (24-59 bulan) di Posyandu Kenanga Pakujaya Tangerang Selatan Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15854/

Hubungan Pola Makan dan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Status Gizi Balita (24-59 bulan) di Posyandu Kenanga Pakujaya Tangerang Selatan Tahun 2018

Aini, Fadilah Quratun

Balita Merupakan Salah Satu Kelompok Rentan Gizi, Kelompok Umur Ini Berada Pada Suatu Siklus Pertumbuhan Atau Perkembangan Yang Memerlukan Zat-Zat Gizi Dengan Jumlah Yang Lebih Besar. Terdapat Dua Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Status Gizi Balita Yaitu, Faktor Langsung Meliputi Asupan Makan, Penyakit Infeksi Dan Faktor Tidak Langsung Meliputi Ekonomi, Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Pengetahuan, Ketersediaan Pangan, Pola Makan, Pelayanan Kesehatan Serta Hygine Sanitasi. Tujuan Penelitian Ini Untuk Mengetahui Hubungan Antara Pola Makan, Asupan Makan, Susunan Hidangan, Frekuensi Makan Dan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Kenanga Pakujaya Tangerang Selatan Dengan Menggunakan Design Cross Sectional Yang Dilakukan Pada Bulan Oktober 2018. Pengumpulan Data Menggunakan Kuesioner Dan Formulir Recall 2×24 Jam Tidak Berturut-Turut. Analisis Data Dilakukan Dengan Uji Statistik Chi-Square. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Balita Memiliki Status Gizi Wasting (18%), Underweight (20%). Tidak Ada Variabel Independen Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Wasting Dan Underweight.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15854/1/FIKES_GIZI_1405025040_%20FADILAH%20QURATUN%20AINI.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Cileungsi Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15853/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Cileungsi Tahun 2018

Putri, Fika Silvana

Di Indonesia penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat dan akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Faktor risiko PJK adalah faktor-faktor yang memudahkan timbul dannmemberatnya PJK. Secara umum, faktor risiko ini dibedakan atas faktor risiko yang tidak dapat diubah (seperti umur, jenis kelamin, ras dan riwayat keluarga menderita kelainan PJK) dan faktor risiko yang dapat diubah (seperti kebiasaan merokok, diet, aktivitas fisik yang kurang, kegemukan, tekanan darah tinggi, penyakit diabetes dan sebagainya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Variabel yang diteliti diantaranya umur, jenis kelamin, pendidikan, IMT, hipertensi, diabetes, dan kolesterol. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan metode sampling quota. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat,dan analisis bivariat. Hasil uji univariat menunjukan proporsi pendrita PJK sebagian besar berumur dewasa 26-45 tahun (50,7%), berjenis kelamin laki-laki (77,3%),pendidikan tinggi (69,3%), kelebihan berat badan/obesitas (IMT ≥25,0 kg/m), hipertensi (66,7%), diabetes (77,3%), kolesterol (66,7%). Hasil uji bivariat menunjukan variabel yang berhubungan dengan PJK yaitu jenis kelamin (Pvalue = 0,014), IMT (Pvalue = 0,003), hipertensi (Pvalue = 0,016), diabetes (Pvalue = 0,014), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan PJK yaitu umur (Pvalue = 0,060), pendidikan (Pvalue = 0,469), kolesterol (Pvalue = 0,270). Berdasarkan hasil peneitian ini disarankan agar pihak RSUD Cileungsi perlu ditingkatkan kegiatan edukasi terkait (pemeriksaan IMT, tekanan darah, dan kadar gula darah) kepada masyarakat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15853/1/FIKES_KESMAS_1405015058_FIKA%20SILVANA%20PUTRI.pdf

Unduh!

Hubungan Perilaku Diet Penurunan Berat Badan, Tingkat Stres dan Citra Tubuh dengan Status Gizi pada Siswi SMA PGRI 3 Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15852/

Hubungan Perilaku Diet Penurunan Berat Badan, Tingkat Stres dan Citra Tubuh dengan Status Gizi pada Siswi SMA PGRI 3 Jakarta

Wahyuni, Dini Dwi

Masalah status gizi yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah baru yang berkaitan dengan kesehatan. Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai macam faktor (multifaktorial) meliputi perilaku diet penurunan berat badan, tingkat stres dan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku diet penurunan berat badan, tingkat stres dan citra tubuh dengan status gizi pada siswi SMA PGRI 3 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswi SMA PGRI 3 Jakarta yang melakukan diet penurunan berat badan dengan jumlah sampel 53 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner meliputi kuesioner karakteristik responden, perilaku diet penurunan berat badan, Perceived Stress Scale (PSS-10), Body Shape Questionnaire (BSQ) serta pemeriksaan fisik meliputi penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan. Analisis data dengan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan perilaku diet penurunan berat badan (p-value=0,046) dan citra tubuh (p-value=0,001) dengan status gizi pada siswi SMA PGRI 3 Jakarta. Tidak ada hubungan tingkat stres (p-value=0,568) dengan status gizi pada siswi SMA PGRI 3 Jakarta.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15852/1/FIKES_GIZI_%201405025034_DINI%20DWI%20WAHYUNI.pdf

Unduh!

Peer Review Peringkat penilaian guru dalam transfer pengetahuan yang menjabarkan job description guru

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15851/

Peer Review Peringkat penilaian guru dalam transfer pengetahuan yang menjabarkan job description guru

Bunyamin, Bunyamin

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15851/1/peer%20review%20Artikel%20Peringkat%20Penilaian%20Guru.pdf

Unduh!

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Makanan di Unit Logistik Gizi Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15850/

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Makanan di Unit Logistik Gizi Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2018

Apriani, Dini Rizky

Pengendalian persediaan bahan makanan unit gizi RSU Kota Tangerang Selatan belum melakukan perhitungan secara khusus, belum pula mengkategorikan bahan makanan yang digunakan, serta ketidaksesuaian spesifikasi bahan makanan yang datang dari pihak tender ke RS, hal tersebut akan berpengaruh ketika pihak inspektorat melakukan pemeriksaan jumlah fisik bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan makanan di unit logistik gizi RSU Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari harga satuan bahan makanan, jumlah pemakaian bahan makanan dalam satu tahun, waktu tunggu pemesanan di unit logistik gizi RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2017. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah telaah dokumen yang berhubungan dengan persediaan bahan makanan di unit logistik gizi RSU Kota Tangerang Selatan. Pengolahan data penelitian ini menggunakan rumus Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP). Hasil pengolahan data menggunakan metode Analisis ABC yaitu nilai investasi kelompok A Rp. 729.204.725 atau 69,57% dari nilai investasi keseluruhan, kelompok B Rp. 223.522.413 atau 21,32% dari nilai investasi keseluruhan, dan kelompok C Rp. 95.467.188 atau 9,11% dari nilai investasi keseluruhan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) memiliki jumlah pemesanan ekonomis antara 2-103 untuk setiap kali pesan. Sedangkan metode Reorder Point (ROP) diketahui titik pemesanan kembali dilakukan ketika persediaan mencapai 1-28,1 item. Saran bagi RSU Kota Tangerang Selatan untuk menerapkan perhitungan analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) untuk semua unit logistik di RS untuk meminimalisir pengeluaran biaya rumah sakit.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15850/1/FIKES_KESMAS_1405015038_DINI%20RIZKY%20APRIANI.pdf

Unduh!

Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Matraman

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15849/

Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Matraman

Ambarwati, Diana Prasta

Seiring Dengan Meningkatnya Prevalensi Diabetes Melitus, Angka Kematian Diabetes Melitus Juga Ikut Meningkat. Masalah Gizi Yang Sering Diderita Di Usia Lanjut Adalah Kurang Gizi, Kondisi Kurang Gizi Tanpa Disadari Karena Gejala Yang Muncul Hampir Tak Terlihat Sampai Usia Lanjut Tersebut Telah Jatuh Dalam Kondisi Gizi Buruk. Asupan Diet Penderita Diabetes Melitus Faktor Yang Mempengaruhi Adalah Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri Dan Dukungan Keluarga. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri Dan Dukugan Keluarga Di Puskesmas Kecamatan Matraman. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Kuantitatif Dengan Desain Penelitian Cross Sectional. Subjek Penelitian Ini Adalah Penderita Diabetes Yang Ada Di Puskesmas Kecamatan Matraman Kota Jakarta Timur. Populasi Dalam Penelitian Ini Berjumlah 164 Orang, Dengan Sampel Berjumlah 67 Orang Dengan Teknik Pengambilan Sampel Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Accidental Sampling. Pengumpulan Data Diperoleh Melalui Kuesioner Dan Wawancara Langsung Meliputi Kuesioner Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri, Dan Dukungan Keluarga, Recall 2 X 24 Jam Serta Pemeriksaan Fisik Meliputi Pengukuran Berat Badan, Pengukuran Tinggi Badan. Analisis Data Meliputi Analisis Univariat, Analisis Bivariat Dengan Menggunakan Chi-Square.Hasil Penelitian Menunjukkan Ada Hubungan Tingkat Pendidikan (P-Value=0.000) Pengetahuan Gizi (P-Value=0.000), Motivasi Diri (P-Value=0.025), Dan Dukungan Keluarga (P-Value=0.016), Dengan Asupan Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kecamatan Matraman

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15849/1/FIKES_GIZI_%201405025032_%20DIANA%20PRASTA%20AMBARWATI.pdf

Unduh!

Gambaran Sanitasi Pasar di Pasar Palmerah Jakarta Pusat Tahun 2018.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15848/

Gambaran Sanitasi Pasar di Pasar Palmerah Jakarta Pusat Tahun 2018.

Septiani, Aulia

Sanitasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menjamin terciptanya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sanitasi yang ada di Pasar Palmerah Jakarta Pusat yaitu ketersediaan dan kondisi sarana air bersih, toilet, tempat sampah, drainase, tempat cuci tangan, binatang penular penyakit dan desinfeksi pasar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Instrument yang digunakan yaitu Pedoman wawancara terstruktur dibagi menjadi 3 bagian yaitu pedoman wawancara untuk 1 pengelola pasar, 5 petugas kebersihan dan 5 pedagang di pasar palmerah serta pedoman observasi menggunakan lembar check list. Penelitian ini dilakukan Di Pasar Palmerah Jakarta Pusat pada bulan Maret 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada Pasar Palmerah jarak antara septic tank dengan sumber air bersih belum sejauh 10 meter, kemudia pada variabel ketersediaan toilet di tiap los/kios belum tercukupi, ventilasi sudah lebih dari cukup yaitu > 20% dari luas kamar mandi, pencahayaan pada toilet Pasar Palmerah sudah lebih dari memenuhi syarat yaitu 114,3 lux, masih ada beberapa toilet yang kurang bersih dan bau kurang sedap. Pada beberapa los/kios di Pasar Palmerah belum terdapat tempat sampah. Adapun jarak antara bangunan pasar ke TPS belum minimal 10 meter dan masih terletak dijalur utama. Selain itu TPS pada Pasar Palmerah masih menjadi perindukan binatang vektor penyakit dan tidak ada pengelolaan antara sampah basah dan sampah kering. Selain itu pada variabel saluran pembuangan air limbah belum ada drainase dibeberapa kios/los, kondisinya cukup baik tetapi saluran SPAL tidak ditutup dengan kisi-kisi logam. Pada pasar palmerah belum tersedia tempat cuci tangan khusus seperti washtafel, kemudian di Pasar ini belum melaksanakan desinfeksi pasar selama 1 kali menyeluruh selama sebulan dan masih menggunakan bahan desinfektan yang mencemari lingkungan.
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu sanitasi di Pasar Palmerah Jakarta Pusat belum sepenuhnya memenuhi syarat berdasarkan Kepmenkes (No.519/MENKES/SK/VI/2008), sehingga perlu ada peningkatan kualitas dan kondisi kebijakan dari pihak pengelola pasar serta perlu ada perbaikan, pembaharuan dan penambahan dari fasilitas-fasilitas sanitasi pasar yang ada di Pasar Palmerah Jakarta Pusat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15848/1/FIKES_KESMAS_1405015019_AULIA%20SEPTIANI.pdf

Unduh!

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pengemudi Shuttle Bus Di PO Putra KJU Tangerang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15846/

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pengemudi Shuttle Bus Di PO Putra KJU Tangerang Tahun 2018

Ardi, Asyfah Nuraini

LBP adalah gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada daerah punggung bawah yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik atau ergonomis. Adapun rasa nyeri yang muncul berasal dari tulang belakang, otot, saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada pengemudi shuttle bus di PO Putra KJU Tangerang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dari bulan April-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi shuttle bus di PO Putra KJU Tangerang dengan jumlah sampel 60 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,3% pengemudi mengalami keluhan LBP dengan keluhan ringan, memiliki postur tubuh berisiko rendah 66,7%, berumur muda 53,3%, mempunyai IMT normal 50%, cukup dalam aktivitas olahraga 28,3%, bukan perokok/ sudah berhenti merokok 23,3% dan yang termasuk dalam masa kerja baru sebanyak 75%. Variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan keluhan LBP adalah postur tubuh (p value = 0,000), umur (p value = 0,000), aktivitas olahraga (p value = 0,026) dan masa kerja (p value = 0,000). Sedangkan, variabel yang tidak memiliki hubungan adalah IMT (p value = 0,422) dan kebiasaan merokok (p value = 1,000). Saran dari penelitian ini adalah kesadaran pengemudi untuk memperbaiki posisi tubuh saat sedang mengemudi dan melakukan peregangan apabila mulai merasakan keluhan pada otot dan tulang, serta perlu diadakannya program senam pagi dan rotasi pekerjaan bagi pekerja yang sudah berusia lanjut.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15846/1/FIKES_KESMAS_1405015015_ASYFAH%20NURAINI%20ARDI.pdf

Unduh!

Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Asupan Zat Gizi Makro dan Aktivitas Fisik Dengan Rasio LDL/HDL Orang Dewasa Di Poliklinik Jantung RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15845/

Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Asupan Zat Gizi Makro dan Aktivitas Fisik Dengan Rasio LDL/HDL Orang Dewasa Di Poliklinik Jantung RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan

Pratama, Achmad Cipta

Penyakit Jantung Koroner merupakan penyakit Kardiovaskuler yang paling umum dikenal oleh masyarakat dunia. Penyakit Jantung Koroner bisa terjadi dikarenakan berbagai hal, salah satunya adalah rasio LDL / HDL yang tidak normal. LDL dan HDL merupakan komponen dari kolesterol yang merupakan komponen esensial dari setiap sel dan diperlukan oleh tubuh untuk melakukan banyak fungsi dasar. Rasio LDL / HDL dipengaruhi oleh beberapa hal seperti asupan zat gizi makro, asupan buah dan sayur hingga aktifitas fisik. Rasio LDL / HDL dapat diketahui dengan cara membandingkan hasil pemeriksaan laboratorium LDL dengan HDL. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui hubungan dari setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 48,9% responden yang asupan buah dan sayurnya kurang dan 51,1% cukup. Diketahui sebanyak 25,6% responden memiliki asupan karbohidrat cukup dan 74,4% responden memiliki asupan karbohidrat berlebih. Diketahui sebanyak 62,2% responden memiliki asupan lemak cukup dan 37,8% berlebih. Diketahui sebanyak 6,7% responden memiliki asupan karbohidrat kurang, 72,2% cukup dan 21,1% berlebih. Diketahui sebanyak 18,9% responden memiliki aktifitas fisik ringan, 70% sedang dan 11,1% berat. Diketahui sebanyak 65,6% responden memiliki rasio LDL HDL normal dan 34,4% tidak normal.Pada penelitian ini, diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara asupan buah dan sayur (p-value = 0,000), asupan lemak (p-value = 0,000) dan aktifitas fisik (p-value = 0,020) dengan rasio LDL/HDL. Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p-value = 0,118) dan asupan protein (p-value = 0,182) dengan rasio LDL/HDL.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15845/1/FIKES_KESMAS_1305025001_ACHMAD%20CIPTA%20PRATAMA.pdf

Unduh!