http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15604/
KEBIASAAN MENONTON VLOG DIARI DAN KORELASI TERHADAP KETERAMPILAN RETORIKA MAHASISWA
Ibrahim, Nini
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15604/1/Kebiasaan%20Menonton%20Vlog%20%28S2%29.pdf
Jurnal Ekonomi
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15604/
KEBIASAAN MENONTON VLOG DIARI DAN KORELASI TERHADAP KETERAMPILAN RETORIKA MAHASISWA
Ibrahim, Nini
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15604/1/Kebiasaan%20Menonton%20Vlog%20%28S2%29.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15603/
7. 2020.7.30 Jurnal Elemen Peer review
Trisna Roy Pradipta, TRP
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15603/1/7.%202020.7.30%20peer%20review_merged.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15602/
6. 2020.03.30 JNPM peer review_merged
Trisna Roy Pradipta, TRP
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15602/1/6.%20%28done%29%202020.03.30%20peer%20review_merged.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15600/
Hubungan Budaya Organisasi dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2017
Nurista, Esti
Dalam menyelenggarakan suatu upaya kesehatan, rumah sakit harus memiliki suatu organisasi yang membutuhkan keunggulan kompetitif. Interaksi setiap orang dalam sebuah organisasi menggambarkan budaya pada organisasi tersebut. Budaya organisasi yang positif diperlukan untuk membangun komitmen yang tinggi di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dengan kinerja perawat yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto. Populasi pada penelitian ini sebanyak 1134 perawat dengan sampel seluruh perawat sebanyak 110. Metode peneltian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel Propotional Stratified Random Sampling, serta menggunakan data primer yang diambil dengan uji kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini adalah (51.8%) responden menyatakan budaya organisasi yang baik. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sistem imbalan dengan kinerja perawat (Pvalue: 0.015) dan tidak ada hubungan bermakna antara inisiatif individual (Pvalue 1.000), toleransi terhadap tindakan berisiko (Pvalue 0.752), integrasi (Pvalue 0.142), dukungan manajemen (Pvalue 0.115), kontrol (Pvalue 0.846), identitas (Pvalue 0.189), toleransi terhadap konflik (Pvalue 0.726), pola komunikasi (Pvalue 0.089) dengan kinerja perawat. Dengan demikian, diharapkan pimpinan dapat meningkatkan pengawasan terhadap perawat, memberikan motivasi, penghargaan kepada perawat yang berprestasi serta sangsi yang tegas kepada perawat yang melanggar peraturan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15600/1/FIKES_KESMAS_1405015045_ESTI%20NURISTA.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15599/
Hubungan Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Pola Konsumsi Singkong dengan Status Gizi pada
Masyarakat Kampung Adat Cireundeu, Cimahi Selatan Jawa Barat Tahun 2016
Hanifah, Shelly
Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat yang penting setelah beras, dengan kandungan karbohidrat sebanyak 34,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan asupan energi, zat gizi makro dan dan pola konsumsi singkong dengan status gizi pada masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan 80 responden di RT 002 RW 10 Kampung Adat Cireunde pada tanggal 24– 26 Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59% responden berjenis kelamin perempuan, 56% responden berpendidikan hanya tamat SD, 43% responden tidak memiliki pekerjaan, 56% responden memiliki tingkat pengetahuan gizi kurang
baik. Berdasarkan pola konsumsi singkong sebanyak 61% responden mengkonsumsi singkong ≥ 3 kali/hari sebanyak ≥ 400 gram/hari. Rata-rata kontribusi singkong terhadap asupan makan yaitu energi 44% dan karnohidrat 72%. Asupan energi dan zat gizi makro responden memilki defisit berat. 73,75% responden memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik, asupan energi, zat gizi makro dan pola konsumsi singkong tidak ada hubungan yang signifikan dengan status gizi sedangkan jumlah konsumsi singkong terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi dengan p-value 0,03.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15599/1/FIKES_GIZI_1205025074_SHELLY%20HANIFAH.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15598/
Implementasi Kesesuaian Bacaan Hukum Tajwid Siswa Dalam Membaca Al-Qur’an Pada Siswa Kelas IX SMP Ash-Sholihin Jakarta Barat
Rizaldi, Mohamad
Penelitian Ini Dilaksanakan Di SMP Ash-Sholihin Jakarta, Jakarta Barat. Penelitian Ini Merupakan Jenis Penelitian Kualitatif. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Ini Menggunakan Metode Analisis Kualitatif Deskriptif Dengan Menggunakan Triangulasi Sumber Dan Triangulasi Teknik. Hasil Dari Penelitian Ini Bahwa SMP Ash-Sholihin Menerapkan Hukum Bacaan Ilmu Tajwid Dalam Membaca Al-Qur’an. SMP Ash-Sholihin Jakarta Barat Mengalami Kendala-Kendala Dalam Implementasi Kesesuaian Bacaan Hukum Tajwid Dalam Membaca Al-Qur’an. Kendala-Kendala Dalam Implementasi Kesesuaian Bacaan Tajwid Ini Tergolong Banyak Terutama Dari Peserta Didik Yang Masih Banyak Mendapatkan Kesulitan Dalam Memahami Ilmu Tajwid Yang Disampaikan, Hal Ini Disebabkan Rendahnya Tingkat Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik, Selain Itu Penyampaian Guru Yang Kurang Menarik Membuat Peserta Didik Kurang Tertarik Untuk Mempelajari Ilmu Tajwid. Maka Dari Keseluruhan Peserta Didik Yang Diujikan Yaitu Sebanyak 27 Siswa, Dengan Demikian Siswa Yang Membaca Al-Qur’an Sesuai Dengan Ilmu Tajwid Nun Sukun/Tanwin Dipersentasekan Sebannyak 18,51%, Dan 40,74% Siswa Membaca Al-Qur’an Sesuai Dengan Hukum Tajwid Alif-Lam, Serta 33,33% Siswa Membaca Al-Qur’an Sesuai Dengan Hukum Tajwid Qalqalah, Berdasarkan Data Tersebut Dapat Di Interprestasikan Bahwa Yang Membaca Al-Qur’an Sesuai Dengan Hukum Tajwid Yang Dipelajari Tergolong Dalam Kategori Rendah. Hal Sebagaian Disebabkan Oleh Beberapa Kendala Seperti Rendahnya Kemampuan Baca Al-Qur’an Peserta Didik, Kurangnya Minat Peserta Didik Untuk Mempelajari Al-Qur’an Serta Ilmu Tajwid, Dan Kesulitan Peserta Didik Untuk Memahami Iilmu Tajwid Tersebut. Walau Demikian, Sekolah Telah Berupaya Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Serta Telah Berupaya Untuk Membantu Peserta Didik Untuk Memahami Ilmu Tajwid, Salah Satunya Sekolah Telah Mengadakan Pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Dengan Harapan Dapat Membantu Peserta Didik Untuk Belajar Membaca Al-Qur’an Dan Memahami Ilmu Tajwid.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15598/1/FAI_PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM_%201307015028%20_%20MOHAMAD%20RIZALDI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15597/
Hubungan Kebiasaan Minum, Asupan Cairan, Suhu Tempat Kerja, Dan Pengetahuan Dengan Status Hidrasi Pada Pekerja Industri Pt. Indofood Fritolay Makmur Tangerang Tahun 2016
Fitri, Sagita Dwi Hamarsa
Dehidrasi adalah kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak. Apabila terjadi ketidakseimbangan cairan dalam tubuh, akan timbul dehidrasi atau kehilangan air secara berlebihan. Dehidrasi bila dibiarkan akan berdampak buruk bagi tubuh. Pekerja industri merupakan populasi yang paling sering melakukan kegiatan fisik di lingkungan panas dalam waktu yang lama sehingga berpotensi mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh hilangnya cairan akibat peningkatan pengeluaran air melalui keringat dan pernapasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan minum, asupan cairan, suhu tempat kerja, dan pengetahuan dengan status hidrasi pada pekerja industri di PT. Indofood Fritolay Makmur Tanggerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil 110 orang pekerja. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, kebiasaan minum, suhu tempat kerja, dan pengetahuan yang diperoleh dari kuesioner dan formulir
recall 2 × 24 jam. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square dan koreasi pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden sebanyak 11.1% memiliki gangguan kesehatan, 3.7% memiliki kebiasaan minum kurang, 60.2% memiliki asupan cairan kurang, 32.4% bekerja pada suhu tinggi, 96.3% memiliki pengetahuan rendah, 44.4% mengalami dehidrasi ringan, 26.9% mengalami dehidrasi sedang, dan 1.9% mengalami dehidrasi berat. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan signifikan antara status hidrasi dengan asupan cairan dan suhu tempat kerja pada pekerja industri PT. Indofood Fritolay Makmur Tangerang.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15597/1/FIKES_GIZI_1205025073_SAGITA%20DWI%20HAMARSA%20FITRI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15596/
Partisipasi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menegakkan Kedisiplinan Siswa Shalat Berjamaah (Studi Kasus Di Kelas XI SMA Muhammadiyah 18 Jakarta Selatan)
Anuriansah, Ade
Penelitian Ini Bermaksud Melihat Bagaimana Kedisiplinan Shalat Berjamaah Dilaksanakan Di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta Selatan. Penelitian Ini Merupakan Jenis Penelitian Kualitatif. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Ini Menggunakan Pendekatan Kualitatif Yang Memiliki Desain Riset Studi Kasus Dengan Menggunakan Triangulasi Sumber Data Yaitu Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Melihat Partisipasi Guru Sejauh Mana Dan Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah 18 Jakarta Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas XI Shalat Berjamaah. Hasil Yang Peneliti Peroleh Bahwa Guru PAI Sangat Berpartisipasi Dalam Meningkatkan Shalat Berjamaah Selain Itu Mengajak Guru Lainnya Untuk Mengarahkan Juga Untuk Shalat Berjamaah. Dan Jadi Semua Guru Bukan Hanya Mengarahkan Siswa Tetapi Harus Mencontohkan Nya Dengan Ikut Shalat Berjamaah Bersama Siswa.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15596/1/FAI_PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM_%201407015004%20_%20ADE%20ANURIANSAH.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15595/
Faktor–Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Keselamatan pada Pekerja Pekerjaan Struktur Cinere Mixed Use Development di PT. Nusa Kontruksi Enjiniring Tbk. Cinere, Kota Depok, Tahun 2018
Fachrudin, Muhamad Ilham
Sektor kontruksi merupakan salah satu sektor yang paling beresiko terhadap kecelakaaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian perikanan dan pertambangan dan penyumbang terbesar dari kecelakaan kerja berasal dari kegiatan kontruksi yang mencapai 30% dari angka kecelakaan. Penyebab kecelakaan kerja 88% adalah unsafe behavior, 10 % karena unsafe condition, dan 2% tidak di ketahui penyebabnya. Pentingnya perilaku yang di dasari keselamatan (behavior based safety) dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja yang baik yang reaktif dan proaktif. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan instrument pengisian kuesioner atau angket dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja lapangan atau pekerja harian Proyek Pekerjaan Struktur Cinere Mixed Use Development di PT. Nusa Kontruksi Enjiniring Tbk. berjumlah 200 pekerja. Responden yang di jadikan sampel pada penelitian ini berjumlah 67 pekerja. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keselamatan dengan nilai Pvalue (0,001), sikap dengan perilaku keselamatan Pvalue (0,000) dan ketersediaan apd dengan perilaku keselamatan Pvalue (0,004), sedangkan yang tidak ada berhubungan antara pelatihan, peran rekan kerja, pengawasan dan sanksi dengan perilaku keselamatan. Saran dari penelitian ini adalah Perusahaan perlu ditingkatkannya pengawasan kepada pekerja dengan teguran yang lebih keras dan pemberian ultimatum, menyediakan alat pelindung diri (apd) yang lengkap dan mencukupi, mengadakan sosialisasi atau pelatihan yang rutin agar pekerja memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih sehingga bisa memahami dan mencegah terjadinya resiko kecelakaan yang akan timbul dan pemberian sanksi yang tegas kepada pekerja yang melakukan pelanggaran untuk memberikan efek jera dan mencegahnya terulang kembali tindakan tidak aman dari pekerja.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15595/1/FIKES_KESMAS_1405015098_MUHAMAD%20ILHAM%20FACHRUDIN.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15594/
Hubungan Asupan Lemak, Natrium, Serat, dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang
Febrianti, Risa
Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti: Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Gagal Jantung atau Payah Jantung, Hipertensi, dan Stroke. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kejadian hipertensi berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup, mengonsumsi makanan tinggi lemak, kolesterol, kurang konsumsi makanan sumber serat, penurunan aktivitas fisik, kenaikan kejadian stres, dan lain-lain. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan lemak, natrium, serat, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data variabel independen dan variabel dependen dilakukan melalui wawancara langsung dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Variabel dependen yaitu kejadian hipertensi, sedangkan variabel independen terdiri dari asupan lemak, natrium, serat, dan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden 34 orang (48,6%) mengalami hipertensi, dari responden yang hipertensi sebanyak 30 orang (55,6%) memiliki asupan lemak berlebih, sebanyak 22 orang (46,8%) yang memiliki asupan natrium cukup, sebanyak 33 orang (53,2%) yang memiliki asupan serat kurang, dan sebanyak 29 orang (47,5%) yang memiliki aktivitas fisik sedang. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa asupan lemak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Namun, tidak ada hubungan bermakna antara asupan natrium, asupan serat, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi (p>0,05).
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15594/1/FIKES_GIZI_1205025069_RISA%20FEBRIANTI.pdf